
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Program Keluarga Berencana (KB) bukan lagi sekadar alat untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Di era baru ini, KB harus dimaknai ulang sebagai strategi fundamental untuk mencetak generasi unggul. Penegasan ini disampaikan oleh Bupati Kuningan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bangga Kencana 2026, yang menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kuningan.
“Program keluarga berencana harus disusun secara proporsional. Tujuannya bukan sekadar mengendalikan jumlah penduduk, tetapi membangun keluarga yang berkualitas agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan pembangunan, bukan beban,” ujar Bupati dengan tegas.
Bupati menekankan bahwa indikator keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh lagi hanya dilihat dari megahnya infrastruktur atau tingginya angka statistik semata. Ukuran sejati kemajuan sebuah daerah terletak pada ketangguhan unit terkecilnya: keluarga. Keluarga yang sehat, sejahtera, dan berpendidikan adalah fondasi kokoh bagi stabilitas sosial dan ekonomi wilayah.
Tolak Seremonial, Utamakan Dampak Nyata
Dalam sambutannya, Bupati juga memberikan peringatan keras agar Rakerda ini tidak berakhir sebagai kegiatan formalitas belaka. Ia menolak keras pendekatan “dokumen di atas kertas” yang minim implementasi.
“Rakerda ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Saya ingin melihat kerja nyata di lapangan. Saya ingin ada dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar laporan administratif,” pungkasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh dinas terkait, camat, hingga kepala desa untuk turun langsung ke akar rumput, memastikan program KB dan kesehatan reproduksi benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga.
Menuju Indonesia Emas 2045
Melalui Rakerda Bangga Kencana 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap dapat membangun komitmen kolektif yang kuat. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan masyarakat sipil diharapkan mampu memperkuat pembangunan keluarga sebagai pilar utama.
Langkah strategis ini diambil sebagai persiapan matang menuju visi Indonesia Emas 2045. Dengan keluarga yang berkualitas hari ini, Kuningan optimis dapat berkontribusi signifikan dalam melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global di masa depan.
Sugi MJP
