
JENEPONTO,MEDIA JURNA POLRI– Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan melalui kegiatan Roadshow Berbagi Seragam Sekolah Gratis yang dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati mengunjungi sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Turatea, di antaranya UPT SDN 4 Turatea di Desa Jombe dan UPT SDN 12 Turatea di Desa Mangngepong. Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Alamsyah, bersama kepala sekolah, para guru, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Program pembagian seragam sekolah gratis merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Jeneponto terhadap dunia pendidikan. Program ini bertujuan membantu meringankan beban orang tua siswa, khususnya keluarga kurang mampu, agar kebutuhan seragam sekolah tidak menjadi kendala bagi anak-anak dalam mengikuti proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Selain menyerahkan seragam sekolah secara langsung kepada para siswa, Bupati Paris Yasir juga melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah. Ia berdialog dengan para siswa, meninjau lingkungan sekolah, mengecek kebersihan fasilitas seperti toilet, serta memantau kedisiplinan tenaga pendidik sebagai bagian dari evaluasi terhadap kualitas pelayanan pendidikan.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para siswa dan guru. Bantuan seragam sekolah gratis diharapkan dapat memberikan semangat baru kepada peserta didik untuk lebih giat belajar sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga.
Melalui program Roadshow Berbagi Seragam Sekolah Gratis, Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap pemerataan pelayanan pendidikan terus meningkat, tidak hanya melalui pemberian bantuan kepada siswa, tetapi juga dengan memastikan lingkungan sekolah tetap bersih, nyaman, dan mampu mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang layak tanpa terbebani oleh keterbatasan ekonomi keluarga.
