KUNINGAN – Di tengah terik matahari yang membakar tanah Kuningan tanpa ampun, ketika sumur-sumur mulai mengering dan keran-keran tak lagi mengalirkan harapan, satu hal yang tak pernah kering adalah kepedulian. Jumat (25/9/2026), jajaran Polres Kuningan membuktikan bahwa seragam cokelat mereka bukan sekadar simbol penegakan hukum — melainkan juga lambang kehadiran negara di saat warganya paling membutuhkan.
Pukul 14.00 WIB, deru mesin truk tangki air Polres Kuningan memecah keheningan Dusun 2, Desa Cibeureum, Kecamatan Cibingbin — sebuah kawasan di timur Kabupaten Kuningan yang kini dihantam krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. Kedatangan armada itu disambut sorak-sorai warga yang sudah menunggu sejak siang.
Dipimpin Langsung Wakapolres, Bukti Komando yang Tak Berjarak
Yang membuat aksi ini istimewa bukan hanya pada apa yang dibagikan, tetapi siapa yang turun langsung ke lapangan. Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H., CPHR. memimpin sendiri operasi kemanusiaan ini, didampingi Kabag SDM Kompol Her Budiman, S.Sos., M.A.P., KBO Sat Binmas Iptu Djoko Waluyo KBO Sat Reskrim Ipda Agus S., S.H. , serta Kapolsek Cibingbin **Iptu Trisno Pambudi, S.E. bersama personel gabungan Polres Kuningan dan Polsek Cibingbin.
Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Para perwira dan anggota bahu-membahu membantu warga mengisi ember, jeriken, dan berbagai wadah penampungan air tetes demi tetes, senyum demi senyum.
Polri Hadir Bukan Hanya Saat Ada Masalah, Tapi Saat Ada Kesusahan”
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H.melalui Wakapolres Kompol Eryda Kusumah, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah napas dari komitmen Polri yang sesungguhnya: hadir memberikan solusi nyata di tengah persoalan warga,
Kalimat sederhana, namun maknanya dalam: ketika alam sedang tidak bersahabat, Polres Kuningan memilih untuk tidak tinggal diam.
Antrean yang Mengharukan, Ketertiban yang Membanggakan
Pemandangan di lokasi penyaluran sungguh menyentuh hati. Ratusan warga dari lansia yang berjalan tertatih membawa ember, ibu-ibu yang menggendong anak sambil menenteng jeriken, hingga anak-anak kecil yang antusias membantu orang tua mereka — berbaris rapi dalam antrean yang mengular. Tidak ada desak-desakan, tidak ada keributan. Yang ada hanyalah wajah-wajah penuh harap yang perlahan berubah menjadi senyum lega saat air bersih mengalir ke wadah mereka.
Ketertiban ini bukan kebetulan. Ini adalah cerminan dari hubungan yang telah terbangun baik antara kepolisian dan masyarakat Kuningan — sebuah kepercayaan yang tidak bisa dibeli, hanya bisa dibangun melalui kehadiran yang konsisten dan tulus.
Lebih dari Sekadar Air: Ini Tentang Harapan
Bagi warga Dusun 2 Desa Cibeureum, air bersih yang mengalir hari itu bukan sekadar komoditas. Ia adalah air untuk memasak makan malam keluarga, air untuk memandikan anak-anak, air untuk berwudu, air untuk menjalani hidup dengan sedikit lebih bermartabat di tengah musim yang keras.
Dan di balik setiap tetes air itu, ada tangan-tangan personel Polres Kuningan yang dengan ikhlas memastikan tidak ada warga yang pulang dengan tangan kosong.
Polres Kuningan: Penjaga Keamanan, Sahabat Masyarakat
Seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial pendistribusian air bersih ini berlangsung lancar, tertib, dan aman kondusif sebuah penutup yang sempurna untuk sebuah aksi yang dimulai dari hati.
Di saat banyak pihak mungkin memilih menunggu hujan datang, Polres Kuningan memilih untuk bertindak sekarang. Karena bagi mereka, melayani masyarakat bukan menunggu perintah melainkan panggilan jiwa yang melekat pada setiap helai benang seragam yang mereka kenakan.
Sugi MJP
