
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Di tengah hamparan air Waduk Darma yang asri, suasana hangat tercipta pada Minggu (26/7/2026). Pemerintah Kabupaten Kuningan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan para jurnalis berkumpul dalam agenda bertajuk “Ngobrol Asyik Jurnalis Bareng Legislatif Kuningan”. Dengan mengusung tema “Merajut Komunikasi, Menguatkan Kolaborasi untuk Kuningan yang Lebih Baik”, kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan tanpa komunikasi yang terbuka dan konstruktif.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, Sh., M.Kn, yang hadir mewakili Bupati, menekankan bahwa komunikasi adalah jembatan emas. Ia menyebut dialog yang sehat bukan hanya sekadar pertukaran kata, melainkan fondasi untuk melahirkan saling pengertian dan kepercayaan antara eksekutif, legislatif, dan media.
“Ruang diskusi seperti ini sangat vital. Ini adalah wadah untuk memperkuat sinergi dalam suasana yang terbuka, hangat, dan penuh rasa saling menghormati,” ujar Wabup Tuti saat memberikan sambutannya.
Pers sebagai Cermin Pemerintahan
Dalam kesempatan itu, Wabup Tuti juga menyoroti peran strategis insan pers. Menurutnya, media massa bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga berfungsi sebagai “cermin” bagi pemerintah. Kritik yang disampaikan secara objektif dan membangun justru dipandang sebagai energi positif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sebagai imbal balik, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama DPRD berkomitmen penuh untuk menjaga budaya keterbukaan informasi dan transparansi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir benar-benar aspiratif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat,” tegasnya.
Satu Visi: Kuningan Melesat
Membangun Kabupaten Kuningan, lanjut Tuti, bukanlah tugas satu pihak saja. Dibutuhkan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk mewujudkan visi “Kuningan Melesat”—yang mengedepankan nilai Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh.
Ia mengajak semua pihak untuk terus merawat etika komunikasi, menghargai perbedaan pendapat, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas segala-galanya.
“Kami berharap agenda ‘Ngobrol Asyik’ ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Mari jadikan ini awal dari kemitraan yang semakin erat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita akan menghadirkan Kuningan yang maju, transparan, dan melesat menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Wabup Tuti menutup acara.
(Sugi MJP)
