
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. (MASS) – Suasana sore hari di Kecamatan Kuningan, Kamis (30/7/2027), mendadak mencekam. Sekitar pukul 16.30 WIB, keributan besar pecah melibatkan sekelompok pelajar dari dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta kenamaan. Satu sekolah berasal dari Kecamatan Cigugur, sementara lainnya berbasis di Kecamatan Kuningan.
Kejadian ini bukan sekadar adu mulut atau dorong-dorongan biasa. Rekaman CCTV yang beredar di media sosial menunjukkan pemandangan yang memilukan. Sejumlah pelajar terlihat mengangkat senjata tajam dan menggunakannya untuk memukul rekan-rekan sesama pelajar. Aksi brutal itu terjadi di area publik, mempertaruhkan nyawa demi ego sesaat.
Camat Kuningan, Deni Hamdani, yang segera turun ke lokasi bersama aparat kepolisian, membenarkan terjadinya insiden kekerasan tersebut. Kedatangan pihaknya ke TKP tidak hanya untuk mengamankan situasi, tetapi juga untuk meninjau dampak kerusakan yang ditimbulkan.
“Kami mendapati adanya keluhan dari warga sekitar, khususnya pemilik warung, atas perusakan properti selama keributan berlangsung,” ujar Deni Hamdani.
Insiden ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Kuningan. Di tengah harapan akan generasi muda yang cerdas dan berkarakter, tindakan anarkis ini justru merusak citra pendidikan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kerusakan materi di warung-warung kecil menjadi bukti nyata bahwa korban tawuran bukan hanya para pelajar yang terluka, tetapi juga warga sipil yang tidak bersalah.
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan pendalaman kasus untuk mengidentifikasi dalang dan peserta tawuran. Masyarakat berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang serta evaluasi serius dari institusi pendidikan terkait pembinaan karakter siswa, agar tragedi serupa tidak terulang lagi di masa depan.
(Sugi MJP)
