
JURNAL POLRI.MY.ID KUNINGAN. – Dalam rangka memperingati Milangkala ke-528 Kabupaten Kuningan, Bupati Kuningan resmi meluncurkan gerakan “Gema SAUMIMA” (Satu Makam Kita Rawat, Satu Lingkungan Kita Bersihkan, Satu Masyarakat Kita Gerakkan). Peluncuran ini ditandai dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim oleh Bupati, menandai dimulainya aksi serentak perawatan makam di berbagai titik strategis di wilayah Kuningan.
Gerakan ini bukan sekadar aktivitas fisik membersihkan nisan atau lingkungan makam, melainkan sebuah upaya mendalam untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
“Dengan membawa anak cucu kita dan diri kita sendiri ke makam untuk membersihkannya, sejatinya kita sedang mengajarkan arti berbakti. Berbakti kepada orang tua, kepada para pendahulu, kepada para pejuang, serta kepada para ulama yang telah mewariskan ilmu dan keteladanan,” ungkap Bupati dalam sambutannya.
Pesan tersebut menjadi inti dari semangat Gema SAUMIMA. Melalui aksi nyata ini, pemerintah daerah berharap dapat menggerakkan partisipasi masyarakat secara luas, mengubah perawatan makam dari beban individu menjadi tanggung jawab kolektif yang penuh makna spiritual dan sosial.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun daerah, Gema SAUMIMA dilaksanakan serentak di sejumlah lokasi bersejarah dan keramat, antara lain:
- Makam Gede
- Makam Cigugur
- Makam Winduhaji
- Makam Cikaso
- Makam Luragung
- Makam Ciwaru
Dengan slogan “Satu makam kita rawat, satu lingkungan kita bersihkan, satu masyarakat kita gerakkan,” Kabupaten Kuningan berharap tradisi ziarah dan perawatan makam dapat terus lestari, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara generasi masa kini dengan akar sejarah dan budaya leluhur mereka.
Sugi MJP

