
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Di tengah gempuran teknologi yang kian masif, peran sentuhan manusia dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) dinilai tak tergantikan. Pesan inilah yang ditekankan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat membuka kegiatan Capacity Building bagi Kepala Sekolah dan Guru TK se-Kabupaten Kuningan, Jumat (21/8/2026).
Acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan ini berlangsung khidmat di Woodland Setianegara. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat profesionalisme para pendidik dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berubah.
Dalam sambutannya, Bupati Dian mengajak para guru untuk melihat pendidikan PAUD dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, tugas guru PAUD melampaui sekadar pengenalan warna, huruf, atau angka. Lebih dari itu, mereka adalah arsitek awal yang membentuk karakter, keberanian, kepedulian, serta kemampuan sosial anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
“Guru yang hebat hari ini bukanlah guru yang merasa sudah mengetahui semuanya. Guru yang hebat adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar,” tegas Bupati Dian dengan nada tegas namun inspiratif.
Bupati juga menyoroti tantangan adaptasi teknologi. Ia mengingatkan bahwa meskipun guru dituntut untuk melek teknologi dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan zaman, esensi kasih sayang tetap menjadi kunci utama.
“Kemajuan teknologi tidak dapat menggantikan peran dan sentuhan manusia. Anak-anak membutuhkan rentangan tangan orang-orang yang benar-benar memahami dan menyayangi mereka. Itu adalah hal yang tidak tergantikan oleh mesin atau informasi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi keluarga besar IGTKI-PGRI. Ia menilai kegiatan penguatan kapasitas ini sebagai sarana vital untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kekompakan antarpendidik.
Hj. Ela juga mengajak seluruh elemen IGTKI-PGRI untuk bersinergi menyukseskan gerakan Wajib PAUD 1 Tahun Pra-Sekolah bagi anak usia 5–6 tahun. Program ini merupakan bagian integral dari upaya Pemkab Kuningan dalam memperluas akses dan menjamin kualitas layanan pendidikan sejak dini.
“Semoga IGTKI-PGRI semakin solid, profesional, dan kuat. Mari kita wujudkan generasi anak Kuningan yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” harap Hj. Ela.
Kegiatan Capacity Building 2026 ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial semata, tetapi menjadi ruang kolaborasi nyata untuk berbagi pengalaman dan memperbarui wawasan. Penguatan kompetensi para pendidik ini menjadi fondasi krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, demi mendukung visi Kuningan Melesat.
Sugi MJP

