
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Sebanyak 79 kepala sekolah SMP negeri dan swasta di Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan retret selama tiga hari dua malam di Kebun Raya Kuningan pada pekan lalu. Kegiatan yang bertujuan memperkuat soliditas, kekompakan, dan kedisiplinan para pemimpin satuan pendidikan ini melibatkan langsung sejumlah pimpinan daerah dan aparat penegak hukum sebagai narasumber.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Rizal Arif, menjelaskan bahwa retret ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan upaya strategis untuk membangun sinergitas antara kepala sekolah dengan unsur pimpinan daerah.
“Tujuan utamanya adalah membangun komunikasi yang efektif antara pimpinan daerah dengan kepala sekolah, sekaligus meningkatkan soliditas dan disiplin dalam menjalankan tugas,” ujar Rizal, Rabu (26/8/2026).
Hadirkan Narasumber Strategis
Dalam kegiatan yang berlangsung intensif tersebut, peserta mendapatkan enam materi pokok dari berbagai pemateri kunci, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, perwakilan Kepolisian, Kejaksaan, serta Kodim. Kehadiran para pejabat strategis ini diharapkan dapat menyelaraskan visi pembangunan pendidikan dengan kebijakan daerah serta aspek hukum dan keamanan.
Dari total 117 kepala sekolah SMP di Kuningan, tingkat partisipasi mencapai sekitar 67 persen. Mayoritas peserta berasal dari sekolah negeri, sementara hanya tiga kepala sekolah dari jalur swasta yang hadir. Rizal mengakui adanya ketidakhadiran sebagian kepala sekolah karena bentrok dengan agenda pribadi, seperti acara wisuda keluarga, namun menegaskan bahwa keikutsertaan bersifat sukarela tanpa paksaan.
Transparansi Anggaran BOS
Menyoroti aspek pendanaan, Rizal menegaskan bahwa seluruh biaya kegiatan bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sesuai dengan komponen peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
“Penggunaan dana BOS untuk kegiatan seperti workshop, seminar, atau retret memang diperbolehkan sebagai bentuk peningkatan kompetensi kepala sekolah,” jelasnya.
Setiap sekolah yang mengirimkan wakilnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,8 juta per peserta. Dengan 79 peserta, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp300,2 juta. Angka tersebut sudah mencakup seluruh kebutuhan selama retret, mulai dari penginapan, konsumsi, seragam, honor narasumber, hingga biaya instruktur.
Rizal juga meluruskan mekanisme pengelolaan dana. Pihak Disdikbud tidak memegang uang tunai secara langsung, melainkan memfasilitasi kerja sama dengan Event Organizer (EO). Pembayaran dilakukan melalui transfer langsung ke rekening EO setelah melalui prosedur administrasi yang berlaku.
“Kami hanya memfasilitasi. Semua pembayaran ditransfer langsung ke EO, sehingga ada kejelasan arus kas dan pertanggungjawaban,” tegasnya.
Harapan Perubahan Pola Pikir
Di akhir kegiatan, Rizal berharap retret ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Ia menaruh harapan besar agar pola pikir para kepala sekolah berubah menjadi lebih progresif, disiplin, dan kolaboratif dalam mengelola sekolah demi kualitas pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Kuningan.
(Sugi MJP)

