
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Dalam momentum perayaan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, suasana khidmat dan penuh makna terasa di kompleks Astana Gede. Di hadapan para ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan tamu undangan, Bupati Kuningan, Dian Rachmawan, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kondusifitas dan persaudaraan di tanah Kuningan.
Bupati Dian menekankan bahwa stabilitas daerah tidak bisa dijaga oleh pemerintah semata. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terpecah belah oleh isu-isu menyesatkan yang dapat merusak kerukunan.
“Perbedaan pandangan atau latar belakang harus kita tempatkan sebagai kekuatan sekaligus kekayaan dalam bingkai persaudaraan,” ujar Dian di tengah hadirnya para sesepuh dan pemuka agama.
Menurutnya, pembangunan Kabupaten Kuningan membutuhkan sinergi yang solid antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen warga. “Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keberhasilan pembangunan hanya akan tercapif jika ada kebersamaan dan gotong royong dari semua pihak,” tambahnya.
Satu Momentum, Banyak Makna
Rangkaian acara Hari Jadi ke-528 Kuningan kali ini dirancang sebagai sebuah refleksi kolektif yang menyatukan berbagai elemen spiritual dan sejarah. Kegiatan di Astana Gede tidak sekadar seremonial, melainkan menggabungkan ziarah, doa bersama, istighosah, hingga refleksi sejarah perjuangan Syekh Maulana Akbar.
Acara juga menjadi momen bagi kepala daerah untuk melaporkan capaian penyelenggaraan pemerintahan kepada publik, sebelum ditutup dengan tausiah keagamaan.
Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan tersebut, hadir Ustaz Sholeh Mahmoed Nasution atau yang akrab disapa Ustad Solmed untuk mengisi Tabligh Akbar. Kehadiran dai kondang ini semakin meramaikan suasana dan memberikan siraman rohani bagi ribuan jamaah yang hadir, menutup hari bersejarah bagi Kabupaten Kuningan dengan nuansa religius dan semangat persatuan.
(Sugi MJP)

