
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Bukan sekadar ritual seremonial, ziarah ke makam para pendahulu menjadi momen refleksi mendalam bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dalam rangka memperingati Hari Jadi (Harjad) ke-528, rombongan pejabat dan perwakilan masyarakat bertolak dari Pendopo Kabupaten Kuningan pada Jumat pagi (28/08/2026), membawa serta doa dan rasa hormat kepada 21 mantan Bupati Kuningan yang telah berjasa membangun daerah ini.
Dipimpin oleh Bupati Dian Rachmat Yanuar dan didampingi Wakil Bupati M. Ridho Suganda, S.Sos., M.Si., serta tokoh agama KH. Fahrurozi, kegiatan ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Untuk efisiensi dan kekompakan, seluruh peserta diberangkatkan secara bersama-sama menggunakan armada yang telah disiapkan, dengan tujuan tersebar di tiga kota: Bandung, Cirebon, dan Tasikmalaya.
Lebih Dari Sekadar Mengenang, Ini Adalah Rasa Hutang Budi
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., menekankan bahwa ziarah ini memiliki makna filosofis yang dalam. Menurutnya, kehadiran generasi saat ini di atas bumi Kuningan tidak lepas dari keringat dan pemikiran para pemimpin terdahulu.
“Ziarah ini adalah bentuk apresiasi nyata kita terhadap para mantan bupati. Mereka adalah arsitek awal pembangunan Kuningan. Generasi penerus wajib mendoakan dan menziarahi makam mereka sebagai tanda terima kasih,” ujar Ucu.
Ia menambahkan, setiap pemimpin memiliki tantangan dan kontribusinya masing-masing sesuai zamannya. Dengan mengenang jasa mereka, masyarakat diajak untuk memahami bahwa pembangunan Kuningan hari ini adalah hasil dari estafet panjang yang telah dimulai puluhan tahun silam.
Refleksi Spiritual dan Keteladanan
Selain dimensi sejarah, kegiatan ini juga sarat dengan nilai spiritual. Ucu menilai, ziarah menjadi pengingat halus bagi manusia tentang kodrat kehidupan: bahwa semua orang, tanpa terkecuali seorang pemimpin, akan kembali kepada Sang Pencipta.
“Kegiatan ini juga menginspirasi kita untuk rutin berziarah ke makam orang tua dan leluhur. Ini adalah pengingat bahwa pada akhirnya, kita semua akan dimakamkan. Mendoakan mereka yang telah berpulang adalah nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga,” tuturnya dengan nada khidmat.
Menjaga Kontinuitas Pembangunan
Arahan Bupati Dian untuk menziarahi seluruh 21 makam mantan bupati bukan tanpa alasan. Langkah ini mempertegas pesan bahwa identitas dan kemajuan Kabupaten Kuningan tidak bisa dipisahkan dari akar sejarahnya. Penghormatan terhadap para pendahulu diharapkan menjadi sumber keteladanan (role model) bagi pemimpin masa kini untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan dengan integritas dan dedikasi yang sama.
Dengan berakhirnya rangkaian ziarah ini, Pemkab Kuningan berharap semangat pengabdian para mantan bupati dapat terus hidup dan menginspirasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kuningan yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Sugi MJP

