
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Kabupaten Kuningan bukan lagi sekadar daerah agraris yang tenang di kaki Gunung Ciremai. Di usianya yang ke-528, Kuningan sedang bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dinamis, didukung oleh sumber daya alam melimpah, budaya yang kaya, dan generasi muda yang melek teknologi.
Momentum Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan tahun 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa daerah ini memiliki modal sosial dan ekonomi yang sangat kuat untuk “melesat”. Hal ini ditegaskan melalui kehadiran tokoh-tokoh strategis nasional dan daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksda TNI Yayan Sofiyan, yang memberikan perspektif visioner bagi masa depan Kuningan.
Visi “Raksasa Ekonomi”: Dari Pencari Kerja Menjadi Pencipta Lapangan Kerja
Salah satu sorotan paling menggema datang dari Laksda TNI Yayan Sofiyan, putra terbaik Kuningan yang kini menjabat tinggi di jajaran TNI AL. Ia membawa pesan tegas bagi generasi muda: berhenti hanya bermimpi menjadi pegawai, mulailah bermimpi menjadi pengusaha.
Menurut Yayan, Kuningan duduk di atas harta karun ekonomi yang belum tergali maksimal. Kopi Kuningan yang mendunia, produk hortikultura berkualitas, hingga industri kulit dan sepatu lokal memiliki potensi menembus pasar global. Namun, kuncinya ada pada branding, kemasan profesional, dan penguasaan teknologi digital.

“Belajar digitalisasi, kuasai information technology, eksplorasi keunggulan lokal, dan juallah di pasar global. Agar Kuningan melesat menjadi raksasa ekonomi, menjadi raksasa industri,” seru Yayan di hadapan ratusan pemuda dan pelaku usaha.
Ia menekankan bahwa konektivitas digital adalah jembatan emas. Dengan internet, produk peuyeum, jeniper, atau kerajinan tangan dari pelosok Cigugur atau Ciwaru bisa bersaing dengan produk internasional. Ini adalah panggilan bagi anak muda Kuningan untuk menjadi agen perubahan ekonomi melalui inovasi.
Gubernur KDM: Bangun Kuningan yang “Repeh Rapih” dan Berkelanjutan
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), hadir dengan membawa filosofi pembangunan yang humanis dan berwawasan lingkungan. Bagi KDM, kemajuan infrastruktur tidak boleh mengorbankan identitas dan kelestarian alam, khususnya Gunung Ciremai yang merupakan “jantung” ekologi Jawa Barat.
“Pengembangan wisata jangan merusak Ciremai. Ciremai adalah modal utama kita. Jika alamnya rusak, ekonominya juga akan runtuh,” tegas KDM.
Gubernur juga memperkenalkan konsep inovatif “Warung Kuningan” sebagai identitas ekonomi lokal. Warung-warung ini bukan sekadar tempat jual-beli, tetapi etalase hidup bagi produk-produk unggulan masyarakat. Melalui model ini, nilai ekonomi produk lokal seperti kopi dan makanan khas dapat ditingkatkan secara signifikan karena memiliki standar kemasan dan branding yang kuat.
Selain itu, KDM mendorong pengembangan desa wisata berbasis homestay. Konsep ini memastikan bahwa uang dari wisatawan tidak hanya berhenti di hotel besar, tetapi mengalir langsung ke kantong warga desa, menciptakan pemerataan kesejahteraan yang nyata.
“Wilujeng milangkala. Mudah-mudahan Kabupaten Kuningan sing subur, makmur, gemah ripah, repeh rapih (teratur dan indah),” doanya dengan penuh harap.
Komitmen Pemprov Jabar juga ditunjukkan melalui dukungan peningkatan kualitas jalan kabupaten, dengan fokus tidak hanya pada pengaspalan, tetapi juga drainase, penerangan, dan CCTV untuk keamanan serta kenyamanan publik.

Bupati Dian: Kuningan Adalah Rumah Besar Kita Bersama
Di tengah gelora optimisme ekonomi dan pembangunan fisik, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengingatkan fondasi terpenting dari semua kemajuan tersebut: persatuan masyarakat.
Bupati Dian menegaskan bahwa berbagai penghargaan dan prestasi yang diraih Kuningan—mulai dari opini WTP hingga pengakuan budaya—adalah buah dari kerja keras seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, momentum HUT ke-528 harus digunakan untuk mempererat tali persaudaraan.
“Jangan biarkan perbedaan warna atau pandangan politik meretakkan rasa persaudaraan kita. Kuningan adalah rumah besar kita bersama. Hanya dengan gotong royong dan rasa cinta, kita mampu menyongsong masa depan yang lebih masif tanpa pernah melupakan akar budaya kita,” pungkas Bupati Dian.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa secanggih apapun teknologi dan sekuat apapun infrastruktur, tanpa kohesi sosial yang kuat, pembangunan akan kehilangan ruhnya.
Kuningan Siap Melesat
Dengan kombinasi visi kepemimpinan yang kuat, dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi, semangat kewirausahaan generasi muda, dan kekompakan masyarakat, Kabupaten Kuningan di usia ke-528 ini tampak semakin percaya diri.
Kuningan tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah penyejuk dengan udaranya yang segar, tetapi kini mulai dikenali sebagai lumbung inovasi, pusat agrowisata modern, dan inkubator pengusaha muda kreatif.
Selamat Hari Jadi ke-528, Kabupaten Kuningan! Teruslah tumbuh, teruslah berkarya, dan buktikan bahwa dari kaki Ciremai, kita bisa menjangkau dunia.
(Sugi MJP)

