Kuningan – Suasana berbeda dan penuh keakraban terasa di Kuningan akhir pekan ini. Bukan di lapangan hijau atau arena olahraga fisik, melainkan di atas meja domino. Sebanyak 64 tim atau 128 peserta unjuk gigi dalam Open Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI sebuah gelaran spesial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.
Namun, gelaran di Kuningan ini bukan sekadar kompetisi lokal. Kabupaten Kuningan tercatat sebagai satu dari 101 titik penyelenggaraan turnamen domino secara serentak di seluruh pelosok Nusantara. Ambisi besar pun disematkan pada acara tahun ini: mencetak sejarah melalui pencatatan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Terhubung dari Sabang sampai Merauke
Kekhususan acara ini semakin terasa ketika seluruh 101 titik penyelenggaraan terhubung secara virtual. Melalui teleconference dan live streaming ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia terhubung langsung dengan Markas Besar (Mabes) TNI. Sinergi nasional ini menjadi pemandangan yang apik, membuktikan bahwa semangat korsa dan kebersamaan TNI tidak mengenal batas geografis.
Lebih dari Sekadar Permainan
Di balik susunan kartu domino yang dimainkan dengan teliti, tersimpan makna yang jauh lebih dalam. Menurut pihak penyelenggara, turnamen ini sengaja digagas untuk merangkul masyarakat dengan cara yang lebih cair.
Olahraga domino dipilih sebagai ruang strategis untuk membangun kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, dan menjunjung tinggi sportivitas. Lebih dari itu, ajang ini menjadi jembatan emas untuk memperkuat kedekatan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat sipil.
“Turnamen domino tidak hanya menjadi arena adu strategi dan ketelitian, tetapi juga ruang silaturahmi yang hangat antara masyarakat dan TNI,” ujar salah satu perwakilan penyelenggara.
Wajah Baru TNI yang Merakyat
Di usia ke-81 tahun, TNI terus menunjukkan wajah institusi yang merakyat dan adaptif. Gelaran serentak di 101 titik ini menjadi bukti nyata bahwa kedekatan TNI dan rakyat bukan sekadar jargon di atas kertas, melainkan denyut nadi yang terus hidup di setiap sudut negeri—bahkan di atas meja domino.
Sugi MJP
