MAJALENGKA – Suasana khayat pagi di bulan Oktober 2026 terasa berbeda di sejumlah masjid Kabupaten Majalengka. Bukan hanya diisi dengan doa dan dzikir, suasana pagi itu turut hanggat dengan kehadiran personel kepolisian yang menyapa jemaah.
Polres Majalengka, Polda Jawa Barat, kembali menunjukkan pendekatan humanis melalui program unggulan “Subuh Keliling”. Pada Sabtu (10/10/2026), Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman memimpin langsung jajarannya menyambangi 26 titik rumah ibadah yang tersebar dari wilayah perkotaan hingga pelosok desa.
Rombongan kepolisian terlihat hadir di Masjid Jami Al-Hurriyah (Kecamatan Majalengka), Masjid Shirothol Mustaqien (Cigasong), Masjid Nurzaman (Maja), hingga Masjid Farid Ar Rahman di kawasan Kertajati. Gelombang kegiatan serupa juga menyasar wilayah Jatitujuh, Ligung, Sumberjaya, Rajagaluh, Leuwimunding, Palasah, Sindangwangi, dan Cingambul.
Pendekatan Preemtif: Merangkul Sebelum Menindak
Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari strategi pencegahan kejahatan melalui pendekatan preemtif. Jika pendekatan represif dilakukan setelah kejadian, maka Subuh Keliling hadir untuk mencegah niat kejahatan sejak dari hati dan lingkungan.
“Penanganan kejahatan tidak bisa hanya mengandalkan penangkapan. Kami lakukan tiga pendekatan: preemtif, preventif, dan represif. Salat Subuh berjamaah dan silaturahmi ini adalah langkah preemtif kami untuk membangun kesadaran dari dalam,” ujar AKBP Aldy di sela-sela kegiatannya.
Ia menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab kolektif. “Keamanan bukan hanya beban polisi. Kita sama-sama tinggal di Majalengka, maka sudah seharusnya kita ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Hidupkan Kembali Satkamling
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Aldy mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Satkamling) atau ronda malam yang sempat vakum di beberapa wilayah. Sinergi antara polisi dan warga dianggap sebagai kunci utama mempersempit ruang gerak kriminalitas.
Tak hanya soal pencurian, Kapolres juga menyoroti isu sosial yang meresahkan. Ia mengimbau warga untuk bersatu pada memerangi peredaran minuman keras dan narkotika yang dapat merusak generasi penerus.
“Jaga lingkungan dari miras dan narkoba. Tertibkan juga lalu lintas, jangan gunakan knalpot brong yang mengganggu ketenangan warga, terutama saat waktu ibadah dan istirahat,” imbuhnya.
Waspada Bencana di Musim Penghujan
Mengingat kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan, agenda Subuh Keliling kali ini juga menyisipkan pesan-pesan mitigasi bencana. AKBP Aldy mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Warga diminta menjaga kebersihan saluran air dan segera melapor jika melihat potensi bahaya. Kesigapan kita di awal musim hujan akan menentukan keselamatan kita bersama,” tambahnya.
Sebagai penutup, Kapolres membuka seluas-luasnya saluran komunikasi bagi masyarakat. Ia meminta warga tidak ragu melapor melalui layanan Call Center Polri 110 jika menemukan gangguan kamtibmas.
“Melalui Subuh Keliling, kami ingin memperkecil jarak antara polisi dan masyarakat. Semoga sinergi ini menjadikan Majalengka semakin aman dan kondusif,” pungkas AKBP Aldy.
(Sugi MJP)
