MAJALENGKA – Suasana Mako Polres Majalengka tampak berbeda pada Jumat (16/10/2026). Hiruk-pikuk kegiatan kepolisian sejenak tersapu oleh gelak tawa dan antusiasme puluhan siswa TK IT Madania. Mereka tidak datang untuk takut pada seragam cokelat, melainkan untuk belajar dan bermain bersama “Paman Polisi” dalam program Polantas Menyapa – Polisi Sahabat Anak (Polsanak).
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Majalengka menyulap halaman mako menjadi kelas terbuka lalu lintas. Para siswa diajak mengenal rambu-rambu, praktik menyeberang jalan, hingga memahami bahwa keselamatan di jalan raya adalah hal yang serius namun bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan.
Membangun Karakter, Bukan Sekadar Aturan
Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, melalui Kasat Lantas AKP Pandu Renata Surya, menegaskan bahwa edukasi ini adalah investasi jangka panjang.
“Kami ingin menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini. Tujuannya membentuk karakter anak agar mereka tumbuh dengan pemahaman bahwa keselamatan adalah prioritas, bukan sekadar hafalan aturan,” ujar Kasat Lantas di sela kegiatan.
Senada dengan itu, Kanit Kamsel Ipda Haris Giri Sampan menjelaskan bahwa materi yang disampaikan disesuaikan dengan psikologis anak. Polisi menggunakan pendekatan ramah dan edukatif agar pesan keselamatan mudah melekat dalam ingatan mereka.
Pentingnya Perlengkapan “Perang” di Jalan Raya
Dalam sesi interaktif, anak-anak diajarkan bahwa berkendara—baik sebagai penumpang maupun pengguna jalan—membutuhkan perlengkapan pelindung diri. Para siswa diberikan pemahaman visual mengenai pentingnya helm berstandar SNI, jaket, celana panjang, hingga sepatu tertutup.
“Kami tekankan pada anak-anak, helm itu bukan sekadar aksesoris, tapi pelindung kepala. Begitu juga pakaian yang tertutup untuk melindungi kulit dari gesekan atau panas,” ungkap Ipda Haris.
Harapannya, ilmu ini tidak berhenti di Mako Polres. Para siswa diharapkan menjadi “agen keselamatan” kecil di rumah, yang kelak akan mengingatkan orang tua atau kakaknya untuk selalu memakai helm dan berkendara dengan hati-hati.
Polisi Sahabat, Bukan Menakutkan
Program Polsanak ini menjadi jembatan emosional antara kepolisian dan generasi muda. Dengan menghapus stigma bahwa polisi itu menakutkan, Satlantas Polres Majalengka berharap anak-anak tumbuh dengan rasa hormat dan percaya pada institusi kepolisian sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan harapan besar agar budaya tertib berlalu lintas di Majalengka dapat terwujud, dimulai dari langkah kecil anak-anak yang kini sudah paham cara menyeberang dan memakai helm dengan benar.
Sugi MJP
