MAJALENGKA – Ruang Pertemuan STAI PUI Majalengka terasa hangat pada Jumat sore (18/9/2026). Bukan hanya karena suhu ruangan, melainkan karena atmosfer rasa syukur yang mengudara. Sembilan mahasiswa terpilih menerima bantuan biaya pendidikan melalui program unggulan Satu Desa Satu Sarjana (SDSS) yang disalurkan langsung oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka.
Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Kehadiran beliau menjadi simbol nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari masyarakat telah kembali kepada mereka yang membutuhkan dalam bentuk yang paling mulia: pendidikan.
Lebih Dari Sekadar Dana, Ini Adalah Motivasi
Bagi kesembilan mahasiswa penerima, bantuan ini bukan sekadar angka nominal yang meringankan beban uang kuliah. Bagi mereka, ini adalah “bensin” semangat di tengah tantangan ekonomi.
Sebagai perwakilan, salah satu mahasiswa menyampaikan ungkapan hati yang tulus. Matanya berbinar saat menceritakan betapa berarti dukungan ini bagi kelanjutan studinya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih khusus kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan ini bukan cuma soal biaya, tapi soal perhatian. Kami merasa dilihat, didengar, dan didukung. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk tidak menyerah dan terus giat belajar,” ujarnya dengan penuh haru.
Ia menegaskan bahwa dana yang diterima adalah amanah. Sebuah titipan suci dari para muzaki (pemberi zakat) yang harus dijaga dengan cara menggunakannya sebaik-baiknya untuk kebutuhan akademik dan mengejar prestasi.
SDSS: Jembatan Menuju Generasi Emas Majalengka
Program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS) hadir sebagai ikhtiar strategis BAZNAS Majalengka untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Tujuannya jelas: memastikan setiap desa di Majalengka memiliki setidaknya satu sarjana yang nantinya dapat membangun desanya sendiri.
H. Agus Asri Sabana menekankan bahwa bantuan ini adalah wujud dari semangat “Zakat Tumbuh, Umat Tangguh, Majalengka”.
“Di balik setiap rupiah yang kalian terima hari ini, ada doa-doa dari ribuan umat Islam di Majalengka. Mereka menitipkan harapan agar kalian sukses. Jangan sia-siakan. Jadilah sarjana yang tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga bermanfaat bagi agama, nusa, dan daerah,” pesan beliau dalam sambutannya.
Dari Penerima Manfaat Menjadi Pemberi Manfaat
Momen penyerahan bantuan ini diharapkan menjadi titik balik bagi para mahasiswa. Rasa terima kasih terbaik bukanlah kata-kata, melainkan aksi nyata berupa:
- Kesungguhan Belajar: Meraih IPK terbaik dan menyelesaikan studi tepat waktu.
- Integritas: Menggunakan dana secara transparan dan bertanggung jawab.
- Dampak Sosial: Kelak, ketika sudah lulus dan bekerja, mereka diharapkan mampu membantu sesama, melanjutkan siklus kebaikan ZIS ini.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen terus mengoptimalkan penyaluran dana ZIS ke sektor-sektor produktif, terutama pendidikan, guna mencetak generasi unggul yang siap bersaing di era global namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal dan religiusitas.
Semoga sembilan mahasiswa STAI PUI Majalengka ini menjadi benih-benih baik yang tumbuh subur, memberikan naungan ilmu, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Majalengka di masa depan.
Sugi MJP
