
Cileunyi — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Peran serta masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Hal tersebut terus dibangun oleh jajaran Polsek Cileunyi, Polresta Bandung melalui kegiatan sambang dan komunikasi langsung dengan berbagai elemen masyarakat.
Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Cibiru Hilir, Polsek Cileunyi, Polresta Bandung, Aiptu Asep Sobar Lesmana, bersama Babinsa Koramil 2413/Cilengkrang Serda Amal, saat menyambangi Pangkalan Ojeg GMC 1 yang berada di Jalan Cibiru Hilir RT 01/RW 01, Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Rabu (2/9/2026)
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi kunjungan rutin aparat kepada warga. Dalam kesempatan itu, Aiptu Asep Sobar Lesmana bersama Serda Amal membangun komunikasi dan mengajak para pengemudi ojeg di pangkalan tersebut untuk bersama-sama menjadi mitra dalam menjaga kamtibmas di lingkungan sekitar.
Keberadaan pengemudi ojeg di tengah masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam membantu menjaga situasi lingkungan tetap aman.
Setiap hari, para pengemudi ojeg beraktivitas dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mobilitas mereka juga membuat para pengemudi ojeg cukup dekat dengan berbagai kondisi yang terjadi di lingkungan tempat mereka beraktivitas.
Karena itu, komunikasi yang terjalin antara aparat keamanan dengan pengemudi ojeg menjadi salah satu bentuk kolaborasi sederhana namun memiliki manfaat besar.
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Asep Sobar Lesmana menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para pengemudi ojeg agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap situasi di sekitar, serta segera menyampaikan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Para pengemudi ojeg juga diajak untuk tidak ragu menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman. Bukan dalam kapasitas sebagai aparat, melainkan sebagai masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka mencari nafkah dan beraktivitas sehari-hari.
Menurut Aiptu Asep Sobar Lesmana, komunikasi secara langsung dengan masyarakat merupakan salah satu cara untuk membangun kedekatan sekaligus mengetahui berbagai kondisi yang berkembang di lingkungan.
Melalui kegiatan sambang, aparat dapat mendengar secara langsung masukan, keluhan, maupun informasi dari masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui tanpa harus menunggu terjadinya gangguan keamanan terlebih dahulu.
Pendekatan seperti ini diharapkan mampu memperkuat langkah-langkah pencegahan. Sebab, menjaga kamtibmas bukan hanya dilakukan setelah suatu persoalan terjadi, tetapi juga dengan membangun kepedulian dan kewaspadaan bersama sejak awal.
Para pengemudi ojeg pun diingatkan agar tetap mengedepankan sikap saling menghormati, tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
Apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan aparat, masyarakat diimbau untuk segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun kepolisian terdekat.
Kehadiran Aiptu Asep Sobar Lesmana bersama Serda Amal juga menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri dalam membangun keamanan di tingkat lingkungan.
Sinergi tersebut tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan pengamanan, tetapi juga melalui komunikasi, sambang, pembinaan masyarakat, serta membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Di tingkat desa, kedekatan aparat dengan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa memiliki peran yang cukup dekat dengan warga. Keduanya dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan institusi masing-masing, terutama ketika terdapat persoalan yang membutuhkan koordinasi dan penyelesaian secara bersama-sama.
Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat rasa aman masyarakat Desa Cibiru Hilir.
Para pengemudi ojeg Pangkalan GMC 1 juga diberikan pemahaman bahwa kepedulian terhadap keamanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Misalnya, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, mengenali situasi yang tidak biasa, menjaga komunikasi yang baik dengan warga, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Dengan aktivitas yang berlangsung setiap hari di lingkungan masyarakat, pengemudi ojeg dapat menjadi salah satu sumber informasi awal apabila terjadi sesuatu yang mencurigakan.
Namun demikian, peran tersebut tetap diarahkan dalam koridor yang tepat. Masyarakat tidak diminta untuk melakukan tindakan sendiri ketika menghadapi persoalan yang berpotensi membahayakan, melainkan segera menghubungi aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur.
Pendekatan ini penting agar kepedulian masyarakat terhadap kamtibmas tidak justru menimbulkan persoalan baru.
Kegiatan sambang seperti yang dilakukan di Pangkalan Ojeg GMC 1 menjadi gambaran bahwa menciptakan keamanan lingkungan dapat dilakukan melalui komunikasi yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Polisi hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga berupaya membangun hubungan dengan masyarakat dalam suasana yang santai dan terbuka.
Dengan komunikasi yang terjalin baik, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Pengemudi ojeg, pedagang, tokoh masyarakat, pemuda, petugas keamanan maupun warga lainnya memiliki peran masing-masing dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman.
Semakin banyak masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, semakin kuat pula sistem keamanan berbasis masyarakat yang dapat dibangun.
Jajaran Polsek Cileunyi, Polresta Bandung terus mendorong pola pemeliharaan kamtibmas yang mengedepankan komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat.
Kegiatan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa menjadi salah satu upaya untuk memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan warga di wilayah binaan.
Kehadiran petugas di tengah masyarakat diharapkan dapat menciptakan rasa aman sekaligus membuka ruang komunikasi apabila sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan informasi terkait situasi kamtibmas.
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., C.P.H.R., melalui Kapolsek Cileunyi AKP Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K., menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Dibutuhkan komunikasi, kepedulian, serta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi dan komunikasi dengan masyarakat harus terus dibangun. Setiap warga memiliki peran dalam menjaga keamanan lingkungannya. Dengan kebersamaan dan kepedulian, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Kapolsek Cileunyi.
Ia juga mengajak masyarakat, termasuk para pengemudi ojeg pangkalan, untuk tidak ragu berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.
“Jadikan lingkungan kita sebagai lingkungan yang saling peduli. Apabila ada informasi atau kejadian yang membutuhkan kehadiran petugas, segera sampaikan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun kepolisian,” tambahnya.
Melalui kegiatan sambang dan komunikasi yang dilakukan secara rutin, diharapkan hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat semakin dekat. Dari hubungan yang dekat itulah diharapkan tumbuh rasa saling percaya, sehingga upaya menjaga keamanan di Desa Cibiru Hilir dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi dan TNI, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari terus jaga komunikasi, kepedulian dan kebersamaan untuk menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif,” pungkas Kapolsek Cileunyi.

