
KEDIRI, JURNAL POLRI – Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Kediri, di Kelurahan Campurejo, Kota Kediri, Selasa (15/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) IPLT Kota Kediri. Tinjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian sarana dan prasarana, kendaraan operasional, serta kesiapan personel teknis sebelum rekomendasi pembentukan UPT diterbitkan.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari yang juga menjabat Pj. Sekretaris Daerah Kota Kediri, Kabag Organisasi Warsito, Sekretaris DPUPR Ubaidilah, serta Kabid Cipta Karya Hermawan.
IPLT Kota Kediri berada di atas lahan seluas sekitar 9.800 meter persegi. Fasilitas tersebut melayani sejumlah kegiatan, di antaranya penyedotan lumpur tinja, pengelolaan lumpur tinja, pemakaian toilet kontainer, serta penggunaan fasilitas portable.
Pemerintah Kota Kediri saat ini tengah memproses pembentukan UPT yang nantinya bertugas mengelola operasional IPLT secara lebih terstruktur.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, berharap pembentukan UPT tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal penyedotan dan pengelolaan lumpur tinja.
“Kami berharap keberadaan UPT IPLT akan membawa dampak positif bagi pelayanan ke masyarakat, khususnya dalam pelayanan penyedotan maupun pengelolaan lumpur tinja,” ujar Endang.
Endang juga menyampaikan terima kasih kepada Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur yang telah melakukan tinjauan langsung ke lokasi IPLT Kota Kediri.
“Semoga pembentukan UPT IPLT Kota Kediri ini dapat segera disetujui dan disahkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kelembagaan Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur, Amry Rachim, mengatakan hasil peninjauan secara umum menunjukkan bahwa sarana prasarana, kondisi bangunan, serta personel teknis IPLT telah sesuai dengan data yang disampaikan DPUPR Kota Kediri.
“Secara garis besar sarana prasarana, kondisi bangunan dan personel teknis yang menangani di IPLT sudah cukup sesuai serta valid berdasarkan data yang dikirim oleh DPUPR Kota Kediri,” kata Amry.
Ia menambahkan, dukungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terhadap pembentukan UPT IPLT juga dinilai cukup baik. Hal itu terlihat dari keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tinjauan lapangan.
Amry menjelaskan, hasil tinjauan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur sebagai bahan untuk penerbitan rekomendasi pembentukan UPT IPLT Kota Kediri.
“Kami dari Biro Organisasi Provinsi akan segera melaporkan hasil tinjauan lapangan ini kepada pimpinan dan akan segera memberikan rekomendasi terhadap pembentukan UPT IPLT di Kota Kediri,” pungkasnya.
Dengan dilaksanakannya tinjauan lapangan tersebut, proses pembentukan UPT IPLT Kota Kediri kini memasuki tahapan akhir. Pemerintah Kota Kediri berharap keberadaan UPT dapat memperkuat pengelolaan IPLT sekaligus meningkatkan pelayanan sanitasi kepada masyarakat. (Sujianto)
