
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN.– Sorak-sorai warga memecah keheningan pagi di Lapangan Imbaraya, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, pada Sabtu (4/7/2026). Hamparan rumput hijau yang biasanya tenang hari itu berubah menjadi lautan semangat. Ribuan pasang mata tertuju ke tengah lapangan, menanti dimulainya sebuah perhelatan akbar: Turnamen Sepak Bola Antar Desa “Bupati Cup 2026” Zona Kecamatan Ciwaru dan Karangkancana.
Di tengah gemuruh tepuk tangan, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., hadir tidak hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari kerumunan yang merayakan kebersamaan. Dengan resmi, ia membuka turnamen yang diikuti oleh 14 tim terbaik dari dua kecamatan tersebut. Namun, pesan yang dibawa Bupati jauh melampaui sekadar perebutan trofi juara.
Lapangan Hijau Sebagai Ruang Pertemuan Hati
“Lapangan sepak bola hari ini bukan hanya menjadi tempat bertanding, tetapi juga menjadi ruang bertemunya persaudaraan. Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi menjaga persatuan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya yang disambut hangat para penonton.
Bagi Bupati Dian, olahraga adalah bahasa universal yang mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat. Di atas lapangan, perbedaan status sosial melebur. Yang tersisa hanyalah nilai-nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, dan semangat juang. Nilai-nilai inilah, menurutnya, yang menjadi modal utama dalam membangun karakter masyarakat Kabupaten Kuningan.
Mengusung tema “Membangun Desa, Kuningan Melesat”, Bupati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan beton dan aspal. Pembangunan karakter melalui olahraga adalah fondasi yang tak kalah penting untuk melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan kompetitif namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan.
Panggung Bakat dan Sekolah Sportivitas
Turnamen ini diharapkan menjadi inkubator bagi talenta-talenta muda dari desa. Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen menjadikan Bupati Cup sebagai panggung bagi bibit-bibit pesepak bola potensial untuk mengasah kemampuan mereka, dengan harapan suatu hari nanti dapat mengharumkan nama Kuningan di tingkat regional maupun nasional.
Bupati juga berpesan kepada para atlet untuk bertanding dengan tanggung jawab penuh. “Mainlah dengan jujur, junjung tinggi fair play, dan jaga nama baik desa kalian,” pesannya.
Tak lupa, Bupati mengajak para suporter untuk menjadi penonton yang dewasa. “Berbeda warna jersey adalah hal yang biasa, tetapi persatuan dan kerukunan harus selalu menjadi yang utama. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kuningan adalah masyarakat yang dewasa dalam mendukung,” tegasnya.
Gotong Royong Wujudkan Hiburann Rakyat yang Aman
Kesuksesan pembukaan turnamen ini tidak lepas dari gotong royong berbagai pihak. Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, pemerintah desa, unsur Forkopimcam, aparat keamanan, sponsor, serta seluruh masyarakat yang telah bahu-membahu menyukseskan acara.
Melalui semangat olahraga yang menggelora di Lapangan Imbaraya, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya menghadirkan ruang-ruang positif bagi warganya. Sebab, dari lapangan-lapangan desa inilah lahir generasi yang sehat dan berkarakter. Ketika masyarakat bersatu, desa menjadi kuat. Dan ketika desa maju, cita-cita “Kuningan Melesat” bukan lagi sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang diwujudkan bersama.
Sugi).
