
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN.– Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Kuningan tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung ketahanan pangan nasional. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menekankan bahwa pelestarian alam adalah tanggung jawab kolektif yang mendesak.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan pesan filosofis yang mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam. Ia mengingatkan bahwa alam bukanlah hak milik mutlak, melainkan amanah yang harus dijaga.
“Alam itu bukan warisan sebetulnya. Hanya titipan yang harus kita titipkan kembali kepada anak cucu kita. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Bupati Dian di hadapan ratusan anggota Pramuka dan tokoh masyarakat, Selasa (1/9/2026).
Pramuka Garda Depan Swasembada Pangan
Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan, Rana Suparman, S.Sos., mendorong agar Gerakan Pramuka mengambil peran aktif dalam agenda swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Rana menilai, peringatan hari ulang tahun Pramuka harus dimaknai sebagai kembali ke fitrah, yakni mengamalkan Dasa Dharma, Trisatya, dan Hymne Pramuka dalam kehidupan nyata. Salah satu poin krusial dalam Dasa Dharma adalah “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.”
“Ulang tahun itu kembali kepada fitrah. Fitrah kita adalah Dasa Dharma, Trisatya, dan Hymne Pramuka,” ujar Rana.
Ia menegaskan bahwa kurikulum pembinaan Pramuka ke depan perlu diarahkan pada penguatan literasi pertanian. Generasi muda perlu dibekali pengetahuan tentang iklim, kondisi tanah, dan teknik bercocok tanam modern.
“Semua bentuk pelatihan yang ada di Pramuka harus berorientasi pada dukungan swasembada pangan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rana menyoroti kondisi lingkungan di Kuningan yang mulai memprihatinkan, khususnya berkurangnya cadangan air dan kerusakan di kawasan punggungan gunung. Ia menyerukan agar anggota Pramuka tidak diam saat melihat kerusakan alam.
“Kalau alamnya rusak, ya harus berteriak. Ini adalah pengamalan langsung dari Dasa Dharma: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,” tegasnya.
Penghargaan bagi Pengabdi Setia
Dalam rangkaian acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Kwarcab memberikan apresiasi tinggi kepada para pembina yang telah mendedikasikan waktunya untuk membina karakter generasi muda. Sebanyak 21 anggota Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan menerima Lencana Pancawarsa Kwartir Daerah Jawa Barat Tahun 2026.
Rincian penerima penghargaan meliputi:
- 15 orang menerima Lencana Pancawarsa I
- 2 orang menerima Lencana Pancawarsa II
- 2 orang menerima Lencana Pancawarsa III
- 1 orang menerima Lencana Pancawarsa IV
- 1 orang menerima Lencana Pancawarsa VIII
Bupati Dian menyampaikan terima kasih kepada seluruh pembina, pelatih, pengurus Kwarcab, Kwartir Ranting, Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), serta semua pihak yang konsisten menjaga api semangat Pramuka tetap menyala.
“Teruslah berkarya. Teruslah mengabdi. Teruslah bersinergi, tidak hanya dengan pemerintah, tetapi bersinergi dengan alam dan masyarakat,” pungkas Bupati Dian.
Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, SH., M.Kn, unsur Forkopimda, serta pimpinan satuan karya (Pinsaka) se-Kabupaten Kuningan ini diharapkan dapat menjadi pemicu sinergi baru. Kolaborasi antara Gerakan Pramuka, pemerintah, dan masyarakat dinilai kunci utama dalam mencetak generasi muda yang berkarakter Pancasila, bergotong royong, serta peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
(Sugi MJP)

