
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Dalam sebuah momen yang penuh makna, Bupati Kuningan menegaskan bahwa proses pembinaan mualaf bukan perjalanan yang harus ditempuh sendirian. Sebaliknya, ini adalah gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah daerah, bersama para ulama, tokoh masyarakat, lembaga zakat, dan para dermawan, akan terus hadir mendampingi. Insyaallah, kita tumbuh bersama menuju kehidupan yang lebih baik,” tutur Bupati dalam sambutannya, menekankan semangat gotong royong sebagai kunci keberhasilan program ini.
Pernyataan tersebut menjadi pengantar bagi momen puncak acara, yakni peluncuran resmi Program Pembinaan Mualaf Indonesia Dompet Dhuafa (PEMULIA DD) Wilayah Kabupaten Kuningan.
Peluncuran ini menandai babak baru dalam komitmen bersama antara Corps Dai Dompet Dhuafa (CORDOFA), Yayasan MUKMIIN, Pemerintah Kabupaten Kuningan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi strategis ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat pembinaan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek fundamental lainnya, yaitu pemberdayaan ekonomi dan pendampingan sosial. Tujuannya jelas: mengantarkan para mualaf menuju kehidupan yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.
Sebagai simbol dimulainya langkah nyata ini, suasana semakin khidmat ketika Bupati Kuningan bersama jajaran Dompet Dhuafa dan para tamu undangan secara serentak memukul angklung. Bunyi harmonis alat musik khas Jawa Barat itu bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan representasi dari keselarasan dan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem pembinaan, pendampingan, serta pemberdayaan mualaf di tanah Kuningan.
Dengan hadirnya Program PEMULIA DD, diharapkan para mualaf di Kabupaten Kuningan tidak lagi merasa terpinggirkan, melainkan menjadi bagian integral dari masyarakat yang terus bertumbuh dan berkembang bersama.
(Sugi MJP)
