
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang kompetisi seni baca Al-Qur’an, melainkan instrumen strategis dalam mendukung visi “Kuningan Melesat”. Menurutnya, pembangunan daerah harus sejalan dengan penguatan karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan pentingnya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya hafal ayat, tetapi juga mampu mengamalkannya sebagai benteng moral di tengah tantangan zaman.
“Nilai-nilai Al-Qur’an harus terus dibumikan. Kita butuh generasi Qurani yang mampu menjaga kerukunan, memperkuat moderasi beragama, serta aktif menangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di tengah masyarakat,” ujar Dian.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan MTQ juga penting dilakukan. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan selama proses pembinaan, pemerintah dan pembina dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk peningkatan kualitas kafilah di masa mendatang.
Apresiasi dan Harapan Tinggi
Mengakhiri sambutannya, Bupati Dian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Kuningan, Kementerian Agama, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan MTQ ke-50.
Bupati berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, objektif, dan berkualitas. Ia optimis bahwa kompetisi yang adil akan melahirkan kafilah terbaik yang siap mengharumkan nama Kabupaten Kuningan, baik di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun kancah nasional.
“Semoga MTQ ke-50 ini menjadi momentum kebangkitan spiritualitas kita bersama, sekaligus mencetak duta-duta Al-Qur’an yang membanggakan daerah,” pungkasnya.
(Sugi MJP)
