POSO – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik, Bhabinkamtibmas Desa Kawende, Aipda I Wayan Suasta, melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan bullying atau perundungan di SD Negeri Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, pada Rabu (7/10/2026) . Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 siswa ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak negatif perundungan serta cara mencegahnya.
Dalam penyampaiannya, Aipda I Wayan Suasta menjelaskan secara rinci lima jenis bullying yang sering terjadi, yaitu: fisik (memukul, menendang), verbal (mengejek, body shaming), sosial/nonverbal (mengucilkan, menyebarkan gosip), cyberbullying (perundungan via media digital), serta pelecehan seksual. Polisi muda tersebut menekankan agar para siswa tidak melakukan tindakan perundungan terhadap teman sebaya dan berani melaporkan jika melihat atau mengalami hal serupa kepada guru atau orang tua. Kegiatan berlangsung interaktif dan kondusif.
Menanggapi kegiatan preemtif ini, Kapolsek Poso Pesisir Utara, IPTU I Kadek Agus Hermanta, S.H., mengapresiasi langkah proaktif jajarannya dalam mendidik generasi muda tentang pentingnya saling menghargai.
“Pencegahan bullying harus dimulai dari usia dini. Anak-anak di tingkat SD sedang dalam masa pembentukan karakter, sehingga sangat penting bagi mereka untuk memahami batas-batas dalam berteman. Apa yang mungkin dianggap ‘candaan’ oleh sebagian anak, bisa jadi merupakan trauma mendalam bagi korban. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan nilai empati dan keberanian untuk berkata ‘tidak’ pada kekerasan, baik secara fisik maupun verbal,” ujar IPTU I Kadek Agus Hermanta.
Lebih lanjut, Kapolsek menyoroti pentingnya peran aktif siswa sebagai pelapor untuk memutus rantai perundungan di sekolah.
“Kami mengedukasi siswa bahwa melapor bukan berarti mengadu domba, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan teman. Jika mereka melihat temannya diejek, dipukul, atau dikucilkan, mereka harus segera memberitahu guru. Dengan demikian, pihak sekolah dan orang tua dapat segera mengambil tindakan sebelum eskalasi kekerasan meningkat. Sinergi antara polisi, sekolah, dan orang tua adalah kunci utama dalam menciptakan sekolah bebas bullying,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, IPTU I Kadek Agus Hermanta berkomitmen untuk terus memantau keamanan di wilayah pendidikan.
“Polsek Poso Pesisir Utara akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan lingkungan belajar yang kondusif. Kami berharap para siswa SDN Kawende dapat menjadi agen perubahan yang membawa pesan perdamaian dan persahabatan ke lingkungan masing-masing. Mari kita jaga anak-anak kita dari segala bentuk kekerasan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat mental dan fisiknya,” pungkas IPTU I Kadek Agus Hermanta, S.H.
Yulius Kapita
