KUNINGAN, 11 September 2026 – Di tengah dinamika sosial dan politik yang kian berkembang di Kabupaten Kuningan, keberadaan komunitas atau wadah berkumpul bernama “Cikubangsari” kini menjadi sorotan positif. Tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana silaturahmi, tetapi juga telah bertransformasi menjadi ruang diskusi strategis yang dijaga ketat kualitas keanggotaannya.
Salah satu anggota yang merasa bangga menjadi bagian dari Cikubangsari mengungkapkan apresiasinya terhadap wadah tersebut. Menurutnya, Cikubangsari bukan sekadar tempat berkumpul biasa, melainkan sebuah forum yang memiliki standar tinggi dalam menerima anggotanya.
“Sebagai bentuk apresiasi saya kepada Cikubangsari yang sudah memberikan tempat kita untuk berkumpul. Ternyata, masuk ke lingkaran Cikubangsari itu tidak mudah. Ada proses seleksi tersendiri,” ujarnya, saat ditemui di sela-sela acara pertemuan rutin, Kamis (11/9/2026).
Ia menambahkan bahwa kunci dari eksklusivitas dan kredibilitas Cikubangsari terletak pada kepemimpinan dan figur sentral yang mengayominya, yakni Pak Ulu. Menurut pengakuannya, mendapatkan penerimaan dari Pak Ulu merupakan sebuah pencapaian tersendiri karena ketatnya kriteria yang diterapkan.
“Mau bisa diterima oleh Pak Ulu ternyata tidak mudah. Ini menunjukkan bahwa beliau sangat selektif dalam memilih siapa saja yang boleh bergabung. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh latar belakang beliau yang merupakan senior di partai, khususnya sebagai Ketua DPC Nasdem Kuningan,” jelasnya.
Kehadiran tokoh-tokoh senior seperti Pak Ulu, serta figur penting lainnya seperti Kakak Adani, dinilai menjadi daya tarik utama sekaligus jaminan kualitas bagi para anggota Cikubangsari. Kombinasi antara pengalaman politik, jaringan luas, dan kedewasaan berpikir dari para senior tersebut menciptakan atmosfer diskusi yang matang dan berbobot.
Sementara itu, menanggapi fenomena tumbuhnya komunitas-komunitas strategis seperti Cikubangsari, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan dari Fraksi Partai Demokrat, Shohibul Imam, memberikan pandangannya. Shohibul menilai bahwa adanya wadah-wadah semacam ini merupakan indikator positif bagi demokrasi deliberatif di tingkat lokal.
“Kami dari Fraksi Demokrat menyambut baik inisiatif masyarakat yang ingin berkumpul secara terstruktur dan berkualitas. Kehadiran tokoh-tokoh senior seperti Pak Ulu di Nasdem tentu membawa pengaruh besar dalam menjaga marwah organisasi. Namun, penting juga bagi semua elemen, termasuk dari fraksi lain seperti kami di Demokrat, untuk terus berkolaborasi demi kemajuan Kuningan,” ujar Shohibul Imam.
Shohibul menekankan bahwa meskipun setiap partai atau kelompok memiliki basis massa dan tokoh senjornya masing-masing, semangat gotong royong dan dialog lintas kalangan seperti yang terjadi di Cikubangsari seharusnya dapat menjadi contoh bagi harmonisasi politik di Kuningan.
“Cikubangsari membuktikan bahwa kesulitan untuk ‘diterima’ bukanlah bentuk eksklusivitas yang negatif, melainkan upaya menjaga integritas diskusi. Kami berharap ruang-ruang seperti ini terus melahirkan gagasan-gagasan konstruktif untuk daerah,” tambahnya.
Dengan dukungan tokoh-tokoh kunci dan partisipasi aktif dari berbagai elemen, termasuk perwakilan dewan seperti Shohibul Imam, Cikubangsari diharapkan dapat terus berperan sebagai inkubator ide dan pemersatu potensi sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan ke depannya.
Juned MJP

