
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kuningan (Uniku) Tahun 2026 menjadi momen refleksi penting tentang makna pengabdian yang sesungguhnya. Di hadapan ratusan peserta, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., tidak hanya memberikan instruksi teknis, tetapi juga mencontohkan bagaimana kreativitas sederhana dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat desa.
Bupati Dian menyoroti potensi inovasi lokal yang sering terabaikan. Ia menyebutkan pemanfaatan eceng gondok yang biasanya dianggap gulma, kini bisa diubah menjadi media tanam terapung yang produktif. Begitu pula dengan penerapan teknologi ventilasi rumah hemat energi yang mampu menciptakan kenyamanan hunian tanpa bergantung pada pendingin ruangan berbahan bakar listrik.
“Kreativitas semacam itu adalah solusi murah, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat langsung. Jangan mencari hal yang rumit jika masalah di desa bisa diselesaikan dengan kearifan lokal dan inovasi tepat guna,” ujarnya, menekankan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan warga jauh lebih efektif daripada program yang dipaksakan dari atas.
Lebih lanjut, Bupati Dian berpesan agar seluruh peserta KKN menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat setempat, serta membangun komunikasi yang santun. Ia mengingatkan bahwa masyarakat desa bukanlah objek proyek, melainkan mitra sejajar dalam proses pengabdian.
“KKN merupakan jembatan antara dunia kampus dengan kehidupan nyata. Tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual; kalian butuh kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual. Ilmu setinggi apa pun akan bernilai apabila mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya dengan nada yang hangat namun penuh ketegasan.
Momen puncak pelepasan ditandai dengan penyematan atribut KKN secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa. Aksi ini menjadi tanda dimulainya perjalanan pengabdian di tengah masyarakat, di mana para mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa teori dari bangku kuliah, tetapi juga kerendahan hati untuk belajar dari kearifan warga desa.
Sugi
