KABUPATEN CIREBON – Bagaimana jika sebuah tantangan kecil melahirkan sebuah gerakan raksasa? Itulah yang terjadi di Kabupaten Cirebon. Berawal dari obrolan antara Yayasan Al-Fayyadh dan Bupati Cirebon H. Imron, lahirlah gagasan Futsal Bupati Cirebon Cup, sebuah turnamen yang dijadwalkan dimulai 8 November 2026 dan berpotensi memecahkan rekor MURI.
Semua bermula ketika SD Tahfizh Qur’an Al-Fayyadh konsisten mendominasi juara Tahfizh Qur’an tingkat Provinsi Jawa Barat selama tiga tahun berturut-turut (2024, 2025, dan 2026). Melihat dominasi di bidang agama, Bupati Imron justru memberikan tantangan baru: “Cobalah buat prestasi di bidang lain, seperti olahraga atau IT.”
Tantangan itu tidak dianggap remeh. Muhammad Fayyadh, Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Fayyadh Bina Insani, merespons dengan cara yang luar biasa: mengajak seluruh sekolah di Cirebon berlaga.
“Kami tidak hanya mengirim satu tim, tapi kami menghidupkan semangat olahraga di seluruh kabupaten,” kata Fayyadh, Selasa (15/9/2026).
Hasilnya? Respons yang membludak. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, terdapat sekitar 825 SD dan 220–225 MI di Kabupaten Cirebon. Dengan partisipasi yang diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 sekolah, turnamen ini bukan lagi sekadar lomba antar-kelas, melainkan festival olahraga rakyat terbesar.
Fayyadh mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). “Belum pernah ada turnamen futsal tingkat SD dalam satu kabupaten dengan peserta lebih dari 1.000 sekolah. Ini berpotensi menjadi yang pertama di Indonesia,” ujarnya bangga.
Bagi Fayyadh, Futsal Bupati Cup adalah bukti bahwa tantangan bisa diubah menjadi peluang untuk mempersatukan masyarakat melalui sportivitas. Pada 8 November nanti, mata seluruh Indonesia mungkin akan tertuju ke Cirebon, menyaksikan bagaimana ribuan anak sekolah bersaing sehat demi sebuah rekor sejarah.
(Sugi MJP)
