CIREBON– Suasana hening dan penuh khidmat menyelimuti ruang pertemuan di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis (24/9/2026). Di tengah sorotan mata para tokoh masyarakat dan perangkat desa, sebuah momen krusial bagi kelangsungan roda pemerintahan di tingkat akar rumput tengah berlangsung: prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Pejabat Sementara (Pjs.) Kuwu Desa Setu Kulon.
Bukan sekadar seremoni administratif biasa, acara ini menjadi tonggak penting estafet kepemimpinan di Desa Setu Kulon. Ketika tangan kanan terangkat dan sumpah jabatan diucapkan di hadapan negara dan Tuhan Yang Maha Esa, sebuah amanah yang berat sekaligus mulia resmi disandang oleh Pjs. Kuwu yang baru.
Sinergitas Tanpa Batas: Polri Hadir di Garde Depan
Di barisan depan, kehadiran Kapolsek Weru beserta unsur Muspika Kecamatan Weru tampak memberikan energi tersendiri. Bagi kepolisian, kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat bukan sekadar formalitas protokol, melainkan wujud nyata dari filosofi “Polisi yang Hadir dan Dirasakan”.
Di tengah dinamika pemerintahan desa yang kerap kali bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak, transisi kepemimpinan selalu membutuhkan penjagaan stabilitas yang ekstra. Kapolsek Weru, bersanding dengan camat dan unsur muspika lainnya, berdiri sebagai pilar penjaga kondusivitas. Sinergitas ini menjadi pesan kuat bahwa Kepolisian, Pemerintah, dan Tokoh Masyarakat adalah satu kesatuan tak terpisahkan dalam mengawal jalannya demokrasi dan pemerintahan di tingkat desa.
Pesan Tajam Penuh Harapan: “Dengar Denyut Nadi Masyarakat
Usai prosesi pelantikan yang berjalan magis dan sakral, Kapolsek Weru menyampaikan amanat yang tajam namun sarat akan kehangatan. Ia tidak hanya memberikan selamat, tetapi juga menitipkan “pekerjaan rumah” yang besar bagi Pjs. Kuwu yang baru saja dilantik.
“Jabatan ini bukanlah tentang privilese atau kekuasaan, melainkan tentang pengabdian dan bagaimana Anda mampu mendengar denyut nadi masyarakat,” tegas Kapolsek Weru di hadapan para undangan.
Ia mengimbau agar Pjs. Kuwu segera merangkul seluruh elemen, membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan perangkat desa, serta merangkul tokoh masyarakat. “Kunci dari keamanan dan ketertiban di Desa Setu Kulon ke depan ada pada komunikasi. Jika pemerintah desanya solid dan dekat dengan warganya, maka tidak akan ada celah bagi gangguan kamtibmas untuk masuk. Mari kita jaga wilayah ini bersama-sama,” tambahnya.
Berakhirnya Sebuah Penantian, Dimulainya Pengabdian
Sebagai penutup, doa bersama dilantunkan, mengharukan ruangan dan menyatukan harapan seluruh hadirin yang menginginkan Desa Setu Kulon yang lebih sejahtera, aman, dan damai.
Berkat koordinasi dan pengawalan ketat dari Polsek Weru bersama unsur terkait, seluruh rangkaian acara yang sarat akan makna ini akhirnya usai. Tidak ada gesekan, tidak ada ketegangan. Pelantikan Pjs. Kuwu Desa Setu Kulon tercatat sukses berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan sangat kondusif, menjadi bukti nyata bahwa sinergitas tiga pilar adalah kunci utama kejayaan sebuah wilayah.
Kini, tantangan baru telah menanti di depan mata. Pjs. Kuwu Desa Setu Kulon melangkah maju, membawa harapan warga, dengan keyakinan bahwa Kepolisian dan Muspika akan selalu berdiri di samping mereka, menjaga setiap detak kehidupan di Desa Setu Kulon.
(Sugi MJP)
