KUNINGAN – Perayaan Milangkala (Ulang Tahun) Desa Cinagara yang ke-253 tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan seni budaya, tetapi juga membawa kabar gembira bagi sektor pertanian. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan berencana menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp250 juta kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat.
Dana tersebut diarahkan secara spesifik untuk mendukung kebutuhan vital petani, termasuk pengadaan pupuk dan sarana pendukung produksi lainnya. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban operasional petani dan meningkatkan produktivitas hasil panen di desa yang berusia lebih dari dua abad tersebut.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Bupati Kuningan, Dian Mulyana, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara bertahap, meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Menurut Bupati, pembangunan tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendirian. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong sebagai kunci percepatan pembangunan, baik di tingkat desa maupun kabupaten.
“Upami urang teu guyub teu kompak mah sesah ngabangunna oge. Sami oge abdi sabagi Bupati, seueur pekerjaan rumah anu kedah diselesaikan,” ujar Bupati Dian menggunakan bahasa Sunda, menyiratkan kedekatan emosional dengan warga.
Ia mengakui masih adanya “pekerjaan rumah” besar yang harus dituntaskan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pengentasan kemiskinan, hingga penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, sinergi antara eksekutif dan masyarakat menjadi prasyarat mutlak untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Refleksi di Puncak Perayaan
Rangkaian Milangkala Desa Cinagara telah berlangsung meriah selama sembilan malam. Warga antusias mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari lomba karaoke, pentas seni calung, atraksi pencak silat, hingga kreasi seni dari berbagai blok lingkungan.
Puncak perayaan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum strategis dengan digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Agenda ini membahas arah pembangunan dan penganggaran Desa Cinagara untuk periode 2027–2028, memastikan bahwa rencana desa selaras dengan aspirasi warga.
Dalam sambutannya, Bupati berharap bertambahnya usia Desa Cinagara menjadi momen untuk memperkuat kohesi sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar merayakan, tetapi juga melakukan introspeksi kolektif.
“Ulah saukur kariyaan bae, tapi anu terpenting urang introspeksi, urang ngarenung sapira sejauh mana urang tos berbuat kanggo Desa Cinagara,” pungkasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan pesta rakyat, tanggung jawab bersama untuk memajukan desa tetap menjadi prioritas utama.
(Sugi MJP)
