
Paluta – Jurnalpolri
Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Lawas Utara dalam rangka mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI serta DPR RI Tahun 2026. Kegiatan kenegaraan ini dilangsungkan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara, Jumat (14/6/2026).
Rapat yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran lengkap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tampak hadir bersama Bupati Padang Lawas Utara H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si., di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Mula Rotua Siregar, S.Sos., Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara Muhammad Junaidi, S.H., M.H., serta Danramil 05/PB Kapten Inf Misran Dalimunthe.
Turut berhadir pula Wakil Ketua I dan II DPRD Padang Lawas Utara, jajaran Anggota DPRD, para Asisten dan Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga seluruh Camat se-Kabupaten Padang Lawas Utara.
Dalam agenda utama tersebut, Bupati beserta seluruh peserta rapat menyimak dengan saksama pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden RI H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mengelola anggaran negara sebaik-baiknya demi kepentingan rakyat. Presiden menyebutkan bahwa pengabdiannya kepada masyarakat tidak mengenal tanggal merah pada kalender kerja, demi memastikan kebijakan-kebijakan strategis dapat diambil untuk mengatasi kekurangan di tengah masyarakat.
Sejumlah pencapaian krusial pemerintah turut disoroti dalam pidato tersebut. Presiden mengumumkan keberhasilan pemerintah dalam menurunkan harga pupuk hingga 20 persen, sebuah langkah berani yang memudahkan masyarakat dan petani dalam mendapatkan akses pupuk. Di sektor energi, Presiden memaparkan keberhasilan Indonesia menciptakan kemandirian dengan memproduksi minyak dari kelapa sawit, sehingga negara tidak perlu lagi melakukan impor dari luar negeri dan manfaatnya langsung dirasakan oleh rakyat.
“Kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, dengan kekayaan yang besar, harus dipergunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” tegas Presiden.
Menutup pidatonya, Presiden mengingatkan bahwa pembangunan negara bukanlah kerja satu orang saja, melainkan perjuangan bersama seluruh elemen bangsa. Ia juga berpesan agar demokrasi terus berjalan, undang-undang kepulauan yang diperjuangkan DPD terus didukung, penguatan pada lembaga-lembaga adat, serta memastikan Indonesia menjadi negara yang berdikari dan tidak bergantung pada negara lain.(ASH).

