CIREBONv– Sorak sorai ratusan penonton menggema di Lapangan GAMA, Desa Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, Senin (28/9/2026). Momen itu menandai puncak penutupan Turnamen Sepak Bola Bima Cup 2026 yang berlangsung selama sebulan penuh, diakhiri dengan upacara penyerahan piala dan penghargaan yang penuh khidmat sekaligus meriah.
Ratusan pendukung memadati sisi lapangan sejak pagi, tak ingin melewatkan momen bersejarah bagi tim kebanggaan mereka. Camat Arjawinangun, Kuwu Desa Tegalgubug Lor, serta Ketua Penyelenggara turnamen turut hadir menyaksikan langsung seremoni penutup ajang bergengsi tingkat kecamatan tersebut.
Dukuh Puntang Tak Terkalahkan
Tim dari Desa Dukuh Puntang keluar sebagai juara pertama setelah tampil dominan sepanjang turnamen, termasuk pada laga puncak yang digelar sebelumnya. Piala bergilir, piala tetap, sertifikat, serta hadiah uang pembinaan diserahkan langsung oleh Kapolsek Arjawinangun Polresta Cirebon, Kompol Sumairi, S.H., M.Si., kepada perwakilan tim juara.
Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada tim juara kedua, juara ketiga, tim dengan predikat fair play terbaik, pencetak gol terbanyak, serta pemain terbaik sepanjang turnamen. Setiap nama yang dipanggil disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
“Suasana penyerahan piala terasa sangat meriah. Disambut sorak sorai pendukung dan tepuk tangan dari seluruh hadirin. Momen ini menjadi penutup yang indah bagi kompetisi yang berjalan aman, tertib, dan penuh sportivitas sejak awal digelar,” ujar Kompol Sumairi.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Di balik kompetisi sengit di atas lapangan, Bima Cup 2026 menyimpan makna yang jauh lebih dalam. Turnamen ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga, membangun semangat kebersamaan, serta mewujudkan sinergi antartim melalui olahraga.
Kapolsek Arjawinangun pun menyampaikan harapan agar semangat sportivitas yang ditunjukkan seluruh peserta tidak berhenti di lapangan hijau saja. “Semoga semangat sportivitas ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” pesannya.
Dengan ditutupnya Bima Cup 2026, Lapangan GAMA Tegalgubug Lor kini menyimpan kenangan indah tentang sebulan penuh pertarungan sportif, persahabatan, dan kebanggaan desa. Hingga jumpa di Bima Cup berikutnya!
(Sugi MJP)
