Di tengah hiruk-pikuk pagi hari di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, sebuah fenomena unik tengah terjadi. Lapak jajanan dengan konsep “Serba 10 Ribu” yang dikelola oleh para mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), tidak lagi sekadar tempat belanja kebutuhan pokok. Kini, lokasi tersebut telah bertransformasi menjadi destinasi kuliner viral yang diserbu pembeli hingga konten kreator.
Buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 10.30 WIB, lapak ini menawarkan aneka jajanan lezat dengan harga yang sangat bersahabat. Namun, daya tariknya bukan hanya pada harga, melainkan pada kisah di balik setiap hidangan. Setiap piring yang tersaji adalah buah dari pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik.
Kesederhanaan konsep ini ternyata memiliki magnet yang kuat. Tak heran jika omzet harian mereka kini melonjak drastis, menembus angka rata-rata Rp5 juta hingga Rp7 juta per hari. Angka ini merupakan bukti nyata bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing ketika didukung dengan strategi pemasaran yang tepat.
Gelombang popularitas ini kian membesar berkat kehadiran para food vlogger dan kreator konten kuliner. Melalui ulasan-ulasan mereka di berbagai platform media sosial, konsep “Semua Menu Serba 10 Ribu” diperkenalkan ke khalayak yang lebih luas, jauh melampaui batas wilayah Bekasi.
Bagi BAZNAS, kehadiran para kreator ini adalah bentuk promosi organik yang invaluable. Tanpa perlu menggelontorkan dana iklan besar-besaran, eksposur media sosial berhasil membawa produk-produk mustahik ke panggung nasional. Ini bukan sekadar soal penjualan, melainkan tentang bagaimana zakat dan infaq dapat mengubah nasib penerima manfaat menjadi pelaku usaha yang mandiri dan bangga.
Opsi 2: Gaya Berita Lugas (Profesional & To-the-Point)
Cocok untuk portal berita online, rilis pers, atau koran.
Judul: Digeruduk Food Vlogger, UMKM Binaan BAZNAS di Bekasi Cetak Omzet Rp7 Juta/Hari Lewat Konsep Serba 10 Ribu
BEKASI – Program pemberdayaan UMKM oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui “Lapak Serba 10 Ribu” di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, menunjukkan tren positif yang signifikan. Berkat konsep harga terjangkau dan dukungan promosi digital, usaha binaan para mustahik ini kini mampu meraup pendapatan rata-rata Rp5 juta hingga Rp7 juta per hari.
Lapak yang beroperasi setiap hari pukul 05.00–10.30 WIB ini menjajakan beragam jenis jajanan dengan patokan harga rata-rata Rp10.000 per item. Strategi penetapan harga terjangkau ini terbukti efektif menarik minat konsumen lokal maupun pengunjung dari luar daerah.
Lonjakan kunjungan tidak hanya datang dari pembeli biasa, tetapi juga dari para konten kreator dan food vlogger. Ulasan mereka mengenai konsep “Semua Menu Serba 10 Ribu” telah menyebar luas di berbagai platform media sosial, menjadikan lapak ini sebagai titik perhatian baru dalam peta kuliner Bekasi.
Menurut pantauan, liputan dari para kreator kuliner berperan sebagai promosi organik yang efektif. Eksposur ini memungkinkan produk-produk hasil kreasi mustahik dikenal oleh masyarakat luas tanpa memerlukan anggaran pemasaran yang besar.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa kombinasi antara kualitas produk, harga kompetitif, dan pemanfaatan media sosial dapat menjadi kunci kebangkitan ekonomi bagi para mustahik. BAZNAS terus berkomitmen mendukung transformasi mustahik menjadi muzakki melalui pendampingan usaha yang berkelanjutan.
Sugi MJP
