
Kab. Bandung — JURNALPOLRI – Semangat mengangkat potensi kopi lokal sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat mewarnai pelaksanaan Festival Kopi Kamojang yang digelar di kawasan Peternakan Kahuripan Kamojang, Kabupaten Bandung, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat “Ti Kebon Kopi Nepi Ka Cangkir Kopi” tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, petani, pelaku UMKM, komunitas, pegiat dan pengusaha kopi hingga masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Senior Manager (SM) PLN Indonesia Power UBP Kamojang Yunus Thohir dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan produk lokal, khususnya komoditas kopi yang menjadi salah satu potensi unggulan di kawasan Kamojang.
“PLN Indonesia Power mendukung keberlangsungan produk lokal, khususnya kopi di area Kamojang. Kami hadir dalam festival kopi ini sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh rekan-rekan Kahuripan Kamojang,” ujarnya.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan kopi, tetapi juga diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para petani dan pelaku UMKM.
“Melalui festival ini kami mengharapkan kegiatan ini menjadi sebuah ruang promosi dan akses pasar bagi UMKM, petani, penggiat, komunitas, serta seluruh pengusaha kopi lokal di sini,” katanya.
Ia juga menyoroti kekayaan tradisi kopi yang masih dipertahankan masyarakat Kamojang. Salah satunya adalah kopi lesung, yang diperkenalkan sebagai bagian dari budaya pengolahan kopi secara tradisional.
“Kita tadi melihat adanya tarian yang disebut Kopi Lesung. Kopi di sini dikenal sebagai kopi tradisional Kamojang. Mekanisme pembuatannya menggunakan lesung dan berbagai macam peralatan tradisional lainnya,” tuturnya.
Menurutnya, kopi lesung bukan sekadar produk minuman, tetapi memiliki nilai budaya yang dapat menjadi identitas sekaligus brand kopi Kamojang.
Karena itu, Festival Kopi Kamojang diharapkan dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. PLN Indonesia Power pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang diinisiasi masyarakat Kahuripan Kamojang.
“Melalui festival ini kami berharap kegiatan ini terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. PT PLN Indonesia Power akan terus mendukung dan mendorong berbagai kegiatan positif yang diinisiasi oleh Kahuripan Kamojang,” ujarnya.
Lebih jauh, dukungan tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat agar tercipta kemandirian ekonomi, khususnya bagi masyarakat dan pelaku usaha kopi di sekitar kawasan Kamojang.
“Kami ingin berjalan bersama dengan rekan-rekan Kahuripan Kamojang untuk sama-sama menjaga alam, melestarikan budaya, mengembangkan kopi, dan membangun wisata Kamojang yang berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, komunitas, pemerintah daerah dan PLN Indonesia Power dapat memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat.
“Semoga festival ini menjadi sebuah awal dari kolaborasi antara masyarakat dan PT PLN Indonesia Power untuk kemudian memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, sehingga memberikan kehidupan yang lebih baik ke depan,”.
Festival Kopi Kamojang pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kopi lokal dari hulu hingga hilir, mulai dari kebun, proses pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga menjadi daya tarik wisata berbasis kopi dan budaya lokal.
Dengan kekayaan alam, tradisi serta potensi kopi yang dimiliki, Kamojang memiliki peluang besar untuk terus memperkenalkan identitas kopinya ke pasar yang lebih luas, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya masyarakat setempat. Tandas Senior Manager IP UBP Kamojang.
