
Jurnal Polri.My.Id.Majalengka. – Gerakan Anti Narkotika Indonesia (GANISA) DPD Majalengka bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka memberikan edukasi dan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika kepada para pelajar di Pesantren Pendidikan SMP Model NU Maja dan MA PK NU Maja.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula sekolah pada Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya narkoba sekaligus mendorong keberanian untuk menolak dan melaporkan apabila menemukan adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.
Ketua DPD GANISA Majalengka, Taufik Hidayat, dalam penyuluhannya menegaskan bahwa para pelajar harus mampu mengenali berbagai bentuk dan bahaya narkoba.

“Pelajar harus bisa mengenali narkoba, berani menolak, dan yang tidak kalah penting harus berani melaporkan apabila menemukan adanya penyalahgunaan narkoba,” tegas Taufik.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan membangun kesadaran di kalangan generasi muda. Lingkungan sekolah dan pesantren dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman agar para pelajar tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, dari Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka, Bripka Yani Nurhaya Zulhajah, S.H., mengingatkan para siswa agar menjaga kesehatan dengan tidak membiarkan narkoba masuk ke dalam tubuh.
“Kita harus menjaga kesehatan dengan menolak narkoba masuk ke dalam tubuh kita,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba tidak hanya dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, tetapi juga dapat membawa seseorang berhadapan dengan persoalan hukum.
“Selain tubuh yang rusak, apabila terus dilakukan akan menyebabkan terkena masalah hukum. Jadi yang rugi bukan hanya diri kita, tetapi keluarga juga ikut susah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Model NU Maja, Muhammad Yogi, DM, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan edukasi bahaya narkoba yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, edukasi tentang bahaya narkoba sudah menjadi kebutuhan penting bagi dunia pendidikan, mengingat para pelajar merupakan generasi yang harus mendapatkan perlindungan dan pemahaman sejak dini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi bahaya narkoba di sekolah. Sudah waktunya sekolah memahami dan memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya narkoba,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan di sekolah-sekolah, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Semoga ke depan kegiatan seperti ini lebih sering masuk ke sekolah-sekolah untuk mencegah anak didik terjerumus ke obat-obatan terlarang,” pungkasnya.
Kegiatan penyuluhan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sekolah, pesantren, GANISA, dan aparat kepolisian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta membangun generasi muda yang memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba.
( Didin. Mh )
