KUNINGAN – Pembangunan infrastruktur fisik seperti jembatan atau gedung megah tentu penting bagi kemajuan daerah. Namun, bagi Bupati Kuningan, Dian Kurniasari, ada satu hal yang jauh lebih esensial daripada sekadar beton dan besi: senyuman masyarakat dan akhlak generasi penerus.
Pesan mendalam ini ditegaskan Bupati saat menghadiri penyaluran bantuan stimulan bagi guru ngaji dan takmir masjid di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, baru-baru ini.
“Jembatan yang kokoh itu penting. Tapi yang terpenting adalah bagaimana pembangunan itu menghadirkan senyuman bagi masyarakat dan mendidik anak-anak kita menjadi manusia yang mulia dan berakhlak,” tegas Bupati Dian di hadapan para penerima manfaat.
Masjid sebagai Jantung Kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian mengingatkan para takmir dan guru ngaji bahwa kemegahan fisik masjid tidak akan bermakna jika tidak “hidup” dengan aktivitas ibadah. Ia berharap masjid tidak hanya menjadi monumen arsitektur, melainkan pusat denyut nadi kehidupan umat.
“Jaga masjid agar tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga hidup dengan kegiatan ibadah, shalat berjamaah, lantunan Al-Qur’an, majelis ilmu, dan kegiatan sosial,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru ngaji dan takmir yang terus mengabdi dengan ikhlas. Menurutnya, lelah mereka hari ini adalah investasi akhirat yang manfaatnya akan dirasakan hingga generasi mendatang.
BAZNAS Salurkan Rp1,41 Miliar.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kuningan, Asep Z. Fauzi, M.Pd., memaparkan data penyaluran yang fantastis. Melalui lima program unggulannya—Kuningan Peduli, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Taqwa—BAZNAS telah menyalurkan bantuan total sekitar Rp1,41 miliar.
“Bantuan kepada 1.544 penerima manfaat ini disalurkan secara bertahap dan dituntaskan hari ini. Setiap desa dan kelurahan mendapatkan alokasi bagi empat penerima manfaat,” jelas Asep.
Asep menegaskan bahwa penyaluran ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya strategis memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BAZNAS berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemkab Kuningan untuk menyukseskan program unggulan daerah seperti Gema Sadulur dan Ngaji Diri.
Zakat sebagai Pembangun Empati
Menutup sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari ASN, mahasiswa, hingga warga desa—untuk terus menggerakkan hati berzakat. Ia meluruskan persepsi bahwa zakat bukanlah sekadar “memindahkan harta dari si kaya ke si miskin”.
“Zakat adalah sarana menumbuhkan empati, kepedulian, dan semangat gotong royong. BAZNAS harus menjadi jembatan kebaikan,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dan para tokoh agama, Pemkab Kuningan optimis visi Kuningan Melesatbyang religius, tangguh, dan sejahtera dapat segera terwujud.
(Sugi MJP)
