
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. , kramatmulya– Suasana penuh semangat dan nuansa nostalgia menyelimuti pembukaan Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Kecamatan Kramatmulya tahun 2026. Acara yang diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai sekolah di wilayah tersebut resmi dibuka oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Kramatmulya, Iwan Hermawan, pada Rabu (26/8/2026).
Dalam sambutannya, Iwan Hermawan menekankan pentingnya mengembalikan marwah permainan tradisional di tengah gempuran teknologi digital. Ia mengajak para generasi muda untuk memiliki ketertarikan terhadap olahraga tradisional setara dengan antusiasme mereka terhadap game online.
“Salah satu indikator agar olahraga dapat berkembang ke tingkat yang lebih tinggi adalah banyaknya peminat. Bapak berharap, anak-anak bisa menggemari olahraga tradisional ini sebagaimana kalian menggemari gim daring. Dengan demikian, kegiatan ini bisa disemarakkan hingga ke jenjang kompetisi yang lebih luas,” ujar Iwan di hadapan para peserta.
Mengenal Kembali Warisan Leluhur
Iwan juga membawa pesan emosional dengan mengenang masa kecilnya, di mana permainan seperti egrang, gobak sodor, dan jempitan menjadi hiburan utama tanpa adanya ketergantungan pada telepon genggam. Ia menilai, permainan-permainan tersebut tidak hanya menggembirakan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai luhur.
“Dulu kami bermain sore hari sepulang sekolah. Tidak ada wasit, namun kami sangat sportif. Yang kalah mengakui kekalahan, yang menang tetap rendah hati. Nilai kebersamaan, sportivitas, dan kegembiraan inilah yang ingin kita tumbuhkan kembali melalui lomba hari ini,” jelasnya.

Sebanyak kurang lebih 200 hingga 300 peserta yang tersebar dari berbagai sekolah di Kecamatan Kramatmulya tampak antusias mengikuti lima cabang lomba tradisional yang dipertandingkan, yakni:
- Egrang
- Sumpitan
- Dagongan
- Bakiak
- Catur
Apresiasi bagi Guru dan Sekolah
Dalam kesempatan tersebut, Iwan Hermawan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru olahraga dan kepala sekolah yang telah berinisiatif mengembangkan kembali olahraga tradisional. Menurutnya, peran guru sangat krusial dalam memperkenalkan budaya nasional kepada siswa sejak dini.
“Cinta terhadap budaya harus dibuktikan dengan tindakan. Terima kasih kepada guru-guru olahraga yang telah bekerja keras sehingga anak-anak mengenal kembali identitas budayanya. Dukungan dari kepala sekolah dan partisipasi aktif siswa adalah kunci keberhasilan pelestarian ini,” tambah Iwan.
Acara ditutup dengan doa agar seluruh rangkaian kompetisi berjalan lancar, adil, dan menjunjung tinggi sportivitas. Dengan dibukanya acara ini secara resmi, diharapkan semangat melestarikan warisan leluhur dapat terus bergema di kalangan generasi muda Kramatmulya.
Sugi MJP

