
Bandung – JURNALPOLRI – Personel Polsek Rancaekek Polresta Bandung bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Polsek Rancaekek. Respons cepat tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan kepastian penanganan terhadap setiap laporan yang disampaikan masyarakat.
Peristiwa tersebut menimpa Agus Supriatna yang kehilangan satu unit sepeda motor Honda Vario 125. Kejadian berlangsung di Jalan Raya Garut–Bandung, Kampung Cipasir, Desa Jelegong, tepatnya di depan area parkir Material Al-Hamim. Setelah menerima laporan, personel piket fungsi Polsek Rancaekek segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan guna mengungkap pelaku.
Kapolresta Bandung KOMBESPOL Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Rancaekek KOMPOL Deny Sunjaya, S.H., M.H. menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat, profesional, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan berbagai informasi yang dapat mendukung proses penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, menggunakan kunci pengaman tambahan pada kendaraan, serta segera melapor apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan kejadian ini,” ujar KOMPOL Deny Sunjaya.
Polsek Rancaekek terus mengembangkan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan para saksi, serta menelusuri berbagai petunjuk yang ada untuk mengungkap pelaku pencurian kendaraan bermotor tersebut. Diharapkan melalui langkah cepat dan profesional ini, kasus dapat segera terungkap sehingga tercipta rasa aman di tengah masyarakat.
Polsek Rancaekek juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan kepada pihak kepolisian.
Editor : San
