MAJALENGKA, Di tengah hiruk-pikuk aktivitas siang hari, kehadiran seragam cokelat di lokasi-lokasi strategis bukan sekadar formalitas, melainkan simbol nyata bahwa negara hadir untuk melindungi warganya. Jumat (18/9/2026), Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Majalengka kembali membuktikan komitmennya melalui gelaran Patroli Perintis Presisi yang menyasar titik-titik vital di Kecamatan Rajagaluh.
Fokus utama patroli kali ini tertuju pada dua pusat keramaian sekaligus objek vital, yakni SPBU Cicadas dan SPBU Cipinang. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk menjaga kondusivitas wilayah, mencegah antrean panjang yang berpotensi memicu kemacetan, serta menutup celah bagi tindak kejahatan jalanan seperti Curat, Curas, dan Curanmor (3C).
Sentuhan Humanis dan Profesional
Tiga personel andalan Sat Samapta Polres Majalengka, Bripka Sarwa, Briptu Redi Muhamad Fikri, dan Brigpol Davit Ari Pradita, S.H., turun langsung ke lapangan dengan pendekatan yang tidak hanya tegas, tetapi juga humanis. Mereka tidak hanya memantau alur kendaraan BBM, tetapi juga aktif berinteraksi dengan karyawan SPBU, pengawas, hingga masyarakat yang sedang mengisi bahan bakar.
Dalam interaksi tersebut, petugas menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dengan bahasa yang mudah dipahami. Masyarakat dihimbau untuk senantiasa waspada terhadap barang bawaan dan segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan. Pendekatan preventif ini dinilai efektif membangun sinergi antara polisi dan warga dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Garda Terdepan Keamanan
Kapolres Majalengka, AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta Iptu Dedi Sutikno, menegaskan bahwa Patroli Perintis Presisi adalah wujud nyata dari filosofi “Polri Presisi” yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman.
“Kehadiran personel kami di SPBU Cicadas dan Cipinang ini adalah bentuk pelayanan preventif. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Majalengka dapat beraktivitas dengan tenang, tanpa rasa khawatir akan gangguan ketertiban atau potensi kejahatan,” ujar Iptu Dedi Sutikno.
Ia menambahkan, penempatan personel di jalur rawan dan pusat keramaian pada jam-jam sibuk merupakan strategi jitu untuk meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan. Dengan demikian, iklim keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di Kabupaten Majalengka dapat terjaga dengan optimal.
Langkah proaktif Sat Samapta Polres Majalengka ini menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya menunggu laporan, tetapi bergerak aktif mencegah masalah sebelum terjadi. Sebuah prestasi kecil yang memberikan dampak besar bagi kenyamanan warga Majalengka.
(Sugi MJP )
