Panipahan, Pasir Limau Kapas rokan hilir— Suara keresahan warga kembali mencuat. dari emak-emak Panipahan yang menggambarkan kondisi kampung mereka yang unik, namun kini kian memprihatinkan.
Sebagai wilayah pesisir yang kerap disebut “kota kecil terapung”, jalan di Panipahan bukan sekadar akses darat biasa. Bagi warga, jalan identik dengan jembatan—membentang di atas genangan air pasang yang datang silih berganti. Tidak ada debu saat kemarau, namun air pasang yang menggenang justru menjadi tantangan utama.
Ironisnya, kondisi jalan dan jembatan tersebut kini banyak yang rusak dan berlubang. Saat air pasang naik, lubang-lubang itu tertutup genangan sehingga membahayakan warga yang melintas.
“Kami ini hidup di atas air. Jalan kami seperti jembatan. Kalau rusak, sangat berbahaya, apalagi saat air pasang, tidak kelihatan mana yang berlubang,” ungkap seorang warga.
Meski menghadapi kondisi tersebut bertahun-tahun, warga mengaku masih mampu bersabar. Namun, ada satu hal yang menurut mereka tidak bisa lagi ditoleransi—peredaran narkoba.
“Kami masih bisa bersabar soal jalan. Tapi kalau narkoba, ini sudah merusak anak-anak kami. Itu harus dihajar,” tegas salah satu emak-emak.
Warga juga menghimbau aparat penegak hukum (APH) untuk segera bertindak tegas menangkap para pelaku peredaran narkoba, khususnya bandar sabu yang diduga menjadi pemicu utama keresahan di tengah masyarakat.
Menurut keterangan warga, kemarahan emak-emak yang memuncak hingga memicu aksi demonstrasi berjilid-jilid dalam beberapa hari terakhir merupakan bentuk akumulasi kekecewaan terhadap situasi yang dianggap semakin tidak terkendali.
“Aksi kemarin itu karena kami sudah tidak tahan. Kami minta aparat serius menangkap bandar sabu yang merusak kampung ini,” ujar salah satu warga.
Kericuhan yang sempat terjadi pun disebut sebagai dampak dari memuncaknya emosi masyarakat yang selama ini merasa keresahan mereka belum tertangani secara maksimal.
Kini, warga berharap adanya langkah konkret dan cepat dari aparat penegak hukum serta pemerintah daerah, tidak hanya dalam pemberantasan narkoba, tetapi juga dalam memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat Panipahan.
“Kami ingin hidup tenang. Anak-anak kami aman, dan jalan kami tidak lagi membahayakan,” tutup warga.
Media MJP dengan tegas menghimbau kepada aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait agar tidak lagi bersikap lamban dalam merespons maraknya peredaran narkoba di Panipahan yang kini menjadi sorotan publik.
Isu narkoba yang viral dan memicu kemarahan masyarakat, khususnya emak-emak, harus dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Penindakan terhadap para pelaku, terutama bandar sabu yang diduga menjadi aktor utama, harus dilakukan secara serius, terukur, dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kondisi ini tidak hanya menyangkut pelanggaran hukum, tetapi juga menyentuh langsung masa depan generasi muda yang terancam oleh peredaran barang haram tersebut. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan memicu gejolak sosial yang lebih luas.
Media MJP juga memberikan apresiasi terhadap langkah tegas Kapolda Riau yang telah mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim sebagai bentuk respons atas situasi yang berkembang. Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa institusi Polri tidak mentolerir adanya dugaan kelalaian maupun ketidaktegasan dalam penanganan persoalan di tengah masyarakat.
Namun demikian, langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada pergantian jabatan semata, melainkan diikuti dengan tindakan nyata di lapangan, khususnya dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya.
Media MJP menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sangat ditentukan oleh keberanian dan keseriusan dalam menindak setiap pelanggaran hukum tanpa pandang bulu.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak melakukan tindakan di luar koridor hukum, sembari terus mengawal proses penegakan hukum secara kritis dan konstruktif.
Saatnya langkah nyata dibuktikan—bukan lagi sekadar janji.
Reporter media jurnal polri
Situpang
