JURNALPOLRI.MY.ID,-TULUNGAGUNG Di tengah tantangan perubahan iklim yang kian terasa dampaknya, Pemerintah Kabupaten Tulungagung memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah melalui Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan Tahun 2026. Mengusung semangat “Pangan Berkualitas, Terjangkau, Petani Sejahtera, Masyarakat Bahagia”, kegiatan ini berpusat di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan dan menjadi langkah nyata menjaga kestabilan kebutuhan pokok sekaligus mengangkat potensi unggulan dari berbagai penjuru kecamatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Sony Welli Ahmadi, S.STP., MM. menyampaikan bahwa ketidakpastian cuaca menjadi tantangan utama yang kini dihadapi para penggarap sawah. Sebagian besar sistem pertanian kita masih sangat bergantung pada kemurahan alam, sehingga perubahan iklim yang tidak menentu langsung memengaruhi tingkat hasil panen. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan beragam langkah pendukung, antara lain pembangunan sumur dan perbaikan jaringan irigasi guna menjamin lahan tetap terairi dengan baik meski memasuki musim kemarau.
Menurut Kadis Sony, kehadiran Gerakan Pangan Murah bukan sekadar menyediakan barang dengan harga miring, melainkan memutus rantai yang kerap membuat harga pangan melambung. Dengan menghubungkan langsung penghasil kebutuhan konsumen, keuntungan tetap terjaga di pihak petani sementara warga pun mendapatkan harga yang pantas. Pola ini terbukti ampuh meredam gejolak harga yang kerap muncul di pasaran.
Lebih dari sekadar pasar pangan murah, kegiatan ini juga menjadi panggung promosi bagi hasil karya pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai kecamatan. Produk unggulan daerah yang selama ini belum banyak dikenal, kini dapat dikenalkan langsung kepada pembeli, sehingga nilai jual semakin meningkat dan pasar pun semakin terbuka lebar.
Kadis Sony memberikan jaminan kepada seluruh warga: ketersediaan pangan pokok hingga beras masih dalam kondisi sangat aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kurun waktu berbulan-bulan ke depan. Harga-harga secara umum juga mulai menunjukkan tren membaik dan stabil. Kenaikan harga memang terasa pada beras jenis premium, namun komoditas lainnya masih terkendali dengan baik. Angka inflasi di Tulungagung pun tetap berada di bawah rata-rata tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini akan berpusat di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan sepanjang bulan Agustus ini. Setelah itu, pelaksanaan akan dipindahkan secara bergilir ke sejumlah kecamatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya di pusat kota saja. Warga pun diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memenuhi kebutuhan harian dengan harga yang bersahabat.
Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bahwa gerakan ini adalah strategi utama pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan pasokan sekaligus menahan laju inflasi. Dampak perubahan iklim memang nyata dirasakan, mulai dari hasil panen yang berubah hingga harga yang berpotensi bergejolak. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat dukungan dari hulu hingga hilir — mulai dari penyediaan sarana produksi, pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan cadangan pangan daerah, pengembangan lumbung warga, hingga memangkas jalur distribusi agar pangan tetap mudah dijangkau.
Pemerintah juga terus mendorong pola konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dengan memanfaatkan kekayaan pangan lokal. Pada akhirnya, sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat luas adalah kunci agar cita-cita bersama tercapai: pangan yang terjamin mutunya, petani yang hidup makmur, dan seluruh masyarakat Tulungagung yang senantiasa sejahtera dan bahagia.Pewarta: by.U
