
Cicalengka – JURNALPOLRI – Dalam rangka Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR meresmikan Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Kampung Pamoyanan, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka dengan Kampung Babakan, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Rancaekek. Kamis, 11 Juni 2026
Peresmian jembatan tersebut menjadi simbol nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses mobilitas dan perekonomian warga di dua desa dan dua kecamatan.
Dalam sambutannya, Kapolresta Bandung menjelaskan bahwa sebelumnya masyarakat hanya memanfaatkan jembatan bambu yang memiliki risiko tinggi. Kini, dengan hadirnya jembatan berbahan konstruksi besi dan beton yang lebih kokoh, masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
“Harapan kami, jembatan ini dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik untuk berangkat sekolah, bekerja, maupun keperluan lainnya. Alhamdulillah, hari ini kita bisa mewujudkannya bersama,” ujar Kapolresta Bandung.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan berawal dari hasil kegiatan sambang anggota Bhabinkamtibmas yang mendengar langsung berbagai keluhan masyarakat. Salah satu persoalan yang selama ini dihadapi adalah sulitnya akses ketika membawa warga yang sakit ataupun jenazah untuk dimakamkan karena harus memutar jauh menggunakan kendaraan.
Dengan adanya Jembatan Merah Putih, akses masyarakat menjadi lebih singkat dan efisien sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan aktivitas sosial masyarakat.
Kapolresta Bandung juga berpesan agar jembatan yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama oleh pemerintah desa serta seluruh warga sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain meresmikan jembatan, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga generasi muda dari berbagai bentuk penyakit sosial seperti minuman keras, perjudian, narkoba, dan obat-obatan terlarang.
“Mari kita bersama-sama menjaga anak-anak kita agar menjadi generasi yang sehat, kuat, memiliki iman yang kuat dan karakter yang baik. Mulai dari tingkat RT, RW, Kepala Desa, Kapolsek, Camat, tokoh agama, hingga seluruh masyarakat harus bersatu melawan segala bentuk kemudaratan tersebut,” tegasnya.
Kapolresta Bandung menambahkan bahwa setiap pengabdian yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat merupakan bentuk ibadah dan amal kebaikan. Ia berharap pembangunan jembatan ini menjadi ladang pahala bagi seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
Sementara itu, Kapolsek Cicalengka Kompol AdeRahmat S.Pd, M.H dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih dilaksanakan sejak 21 April hingga 3 Juni 2026 melalui semangat gotong royong yang melibatkan personel Polresta Bandung, anggota Polsek Cicalengka, personel Sat Brimob Polda Jawa Barat, serta masyarakat sekitar.
Untuk memastikan kualitas konstruksi, pengerjaan teknis dibantu oleh tenaga profesional yang memiliki kemampuan di bidang pembangunan jembatan sehingga hasilnya sesuai dengan standar yang diharapkan.
Kapolsek juga mengungkapkan bahwa sumber pendanaan pembangunan berasal dari dukungan penuh Kapolresta Bandung serta partisipasi berbagai pihak, termasuk masyarakat, para pengusaha, dan anggota Polsek Cicalengka yang secara sukarela memberikan kontribusi.
Meski sempat menghadapi kendala berupa tingginya debit air yang menghambat pekerjaan beberapa hari, berkat koordinasi dan kerja sama seluruh pihak pembangunan akhirnya dapat diselesaikan dengan aman, tertib, dan lancar.
Menutup laporannya, Kapolsek Cicalengka mengutip sabda Rasulullah SAW, “Khoirunnas anfa’uhum linnas”, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, sebagai semangat pengabdian dalam pembangunan jembatan tersebut.
Peresmian Jembatan Merah Putih ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan warga serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Bandung yang lebih maju. Tandasnya.
( San )
