JURNAL POLRI.COM – Bandung Barat – Proyek pembangunan jembatan Rawabogo,Desa Rancasenggang Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat yang menghubungkan Rancasengang – Buninagara,sempat menimbulkan polemik dengan sejumlah warga.Pasalnnya,akses jalan yang menjadi jalur lalu lintas warga ke Desa Wangunsari sempat terputus.
Namun persoalan itu bisa diselesaikan oleh pihak pemborong dari PT.Moses Putra Perkasa ,dengan dipasilitasi Camat Sindangkerta,Dinas PUTR,serta konsultan .Hingga akhirnya dibuatkan jembatan sementara ,agar aktifitas warga tidak terganggu.
Proyek pembangunan jembatan dengan panjang 21 meter serta lebar 6,6 meter,yang melintas diatas sungai Ciminyak itu menelan anggaran lebih dari 7 milyar ,yang bersumber dari APBD Bandung Barat, tahun anggaran 2026.patut di apresiasi,asalnya jembatan yang dibangun sejak jaman kolonial, dimana hanya berlantai kayu, kini akan dibangun secara permanen.
Menurut Amri, dari pihak PT. Moses Putra Perkasa, mengakui kendala yang dihadapi terkait dengan akses jalan yang sempat terputus, Kalau untuk kendala, sementara dengan adanya batu besar, sementara untuk antisipasi perhubungan warga, telah dibuatkan akses jalan sementara, katanya.
Lebih jauh Amri menambahkan, selama pembangunan, pasti jalur perhubungan warga aga terganggu, namun itu dampaknya hanya beberapa waktu saja, karena manfaat yang akan dinikmati warga ketika pembangunan selesai akan selamanya. Tegasnya.
Camat sindangkerta, Agus Achmad Setiawan, mengapresiasi pembangunan jembatan itu, Kami atas nama warga Kecamatan Sindangkerta, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail dan jajarannya, atas dibangunnya jembatan Rawabogo, karena sangat bermanfaat, bagi warga, baik untuk sarana perhubungan dan perekonomian. Katanya.
Pembangunan jembatan Rawabogo, tentu menjadi impian bagi warga yang biasa melewatinya, karena kerap merasa khawatir, terlebih saat musim hujan dengan adanya arus sungai yang cukup deras.
