
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Inovasi digital tidak selalu harus lahir dari ibu kota atau pusat teknologi besar. Bukti nyata datang dari Desa Kertaungaran, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan. Di sinilah JABERJEK Indonesia, sebuah startup karya anak daerah, tumbuh dan kini mulai melebarkan sayapnya ke wilayah Cirebon.
Kebanggaan ini disampaikan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat mengunjungi kantor pusat JABERJEK di Jl. Pandawa 2, Jumat (24/7/2026). Didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., Bupati Dian meninjau langsung operasional platform yang menjadi bukti kemampuan generasi muda Kuningan dalam menciptakan solusi teknologi.
Lebih dari Sekadar Aplikasi, Ini Ekosistem Ekonomi Lokal
Di hadapan pendiri JABERJEK, Darwin, dan jajaran manajemennya, Bupati Dian mengungkapkan rasa bangganya. Baginya, nilai terbesar dari JABERJEK bukan hanya pada teknologinya, tetapi pada dampak sosial-ekonominya bagi masyarakat Kuningan.
“Hal yang paling membanggakan bagi saya adalah produk ini lahir di tanah Kuningan, dan mayoritas pekerjanya adalah putra-putri Kuningan. Ini sangat membantu pemberdayaan UMKM dan menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujar Bupati Dian.
JABERJEK hadir sebagai super-app yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan harian dalam satu genggaman. Mulai dari transportasi (JB Ride & JB Taxi), pengiriman barang (JB Send), pesan antar makanan (JB Food), belanja kebutuhan pokok (JB Mart), hingga layanan jasa (JB Service). Dengan rata-rata 400 transaksi per hari, aplikasi ini telah membuktikan dirinya diterima baik oleh masyarakat.
Potensi Ekspansi ke Tingkat Nasional
Bupati Dian melihat potensi besar bagi JABERJEK untuk berkembang lebih jauh. Ia mendorong agar inovasi ini tidak berhenti di Kuningan dan Cirebon saja, tetapi juga merambah ke Indramayu, Majalengka, hingga tingkat nasional.
“Kesempatan pekerjaan itu sebenarnya ada di sekeliling kita, tergantung bagaimana kita menangkap peluangnya. Kang Darwin dan timnya telah membuktikannya. Bayangkan jika ke depan layanannya meluas secara regional bahkan nasional. Sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat Kuningan mendukung dan menggunakan aplikasi buatan anak daerah sendiri,” tegasnya.
Darwin: Membangun Ekosistem, Bukan Hanya Bisnis
Sementara itu, Darwin, pendiri JABERJEK, menjelaskan visi besarnya. Platform ini dirancang bukan sekadar sebagai alat transaksi, melainkan sebagai ekosistem yang menghubungkan masyarakat dengan mitra pengemudi, pelaku usaha kuliner, toko retail, dan penyedia jasa lainnya.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan digital dengan tarif terjangkau sambil membuka akses pasar yang lebih luas bagi mitra UMKM. Tujuannya sederhana: meningkatkan pendapatan masyarakat melalui teknologi,” jelas Darwin.
Inspirasi Bagi Startup Lain
Kunjungan Bupati ini menjadi sinyal kuat dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap transformasi digital. Keberhasilan JABERJEK diharapkan dapat memicu lahirnya lebih banyak inovator muda di Kuningan.
Pemerintah menilai, dukungan terhadap startup lokal adalah langkah strategis untuk memperkuat daya saing daerah dan menciptakan lapangan kerja baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Kini, mata tertuju pada JABERJEK: apakah mereka mampu membawa nama Kuningan bersinar lebih terang di peta teknologi nasional?
(Sugi MJP)
