POSO – Memanfaatkan momentum berkumpulnya para tokoh masyarakat dalam rangkaian Festival Danau Poso (FDP) 2026, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Poso melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan hukum terkait bahaya penyalahgunaan narkotika. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) ,bertempat di Aula Festival Danau Poso, Tentena, Kabupaten Poso. Sasaran utama sosialisasi kali ini adalah para Tokoh Agama dan Ketua Adat dari komunitas Pamona Bersaudara.
Acara ini dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Poso AKP Andi Cakra, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso, serta bertindak sebagai pemateri utama Kasat Narkoba IPTU Kadriawan, S.Pd., M.H. Materi yang disampaikan mencakup bahasan mendalam mengenai dampak destruktif narkoba, sanksi hukum pidana narkotika, prosedur penanganan kasus, serta pentingnya jalur rehabilitasi bagi pengguna. Melalui pendekatan kultural dan religius, Satresnarkoba berharap para tokoh agama dan adat dapat menjadi garda terdepan dalam membentengi generasi muda dari jeratan narkoba melalui nilai-nilai kearifan lokal dan ajaran agama.
Menanggapi kegiatan strategis ini, Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Poso, IPTU Kadriawan, S.Pd., M.H., menyatakan bahwa melibatkan tokoh agama dan adat adalah langkah kunci dalam pencegahan berbasis komunitas.
“Kami menyadari bahwa penegakan hukum saja tidak cukup untuk memberantas narkoba. Diperlukan pendekatan preventif yang menyentuh akar budaya dan spiritual masyarakat. Para Tokoh Agama dan Ketua Adat Pamona Bersaudara memiliki pengaruh kuat dan kepercayaan penuh dari warga. Dengan memberikan pemahaman yang utuh tentang bahaya narkoba, sanksi hukum, serta opsi rehabilitasi, kami berharap mereka dapat meneruskan pesan ini kepada pemuda-pemuda di desa-desa. Mereka adalah mitra strategis kami dalam memutus mata rantai permintaan (demand reduction) narkoba,” ujar IPTU Kadriawan.
Lebih lanjut, Kasat Narkoba menekankan peran vital orang tua dan pemimpin adat dalam mengawasi pergaulan anak muda.
“Narkoba sering kali masuk melalui celah kurangnya pengawasan dan pemahaman. Melalui forum seperti ini, kami mengajak para tetua adat dan pemuka agama untuk lebih proaktif. Jika ada anggota komunitas atau keluarga yang menunjukkan gejala penggunaan narkoba, jangan dikucilkan, tetapi arahkan untuk mendapatkan bantuan medis dan rehabilitasi. Hukum akan menindak pengedar, tetapi negara menyediakan jalan keluar bagi korban yang ingin sembuh. Mari kita jaga martabat dan masa depan generasi Pamona dari ancaman zat adiktif,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, IPTU Kadriawan mengapresiasi antusiasme para peserta.
“Situasi yang aman dan kondusif selama sesi tanya jawab menunjukkan tingginya kepedulian tokoh masyarakat terhadap isu ini. Polres Poso berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba. Semoga Festival Danau Poso tahun ini tidak hanya menjadi ajang pariwisata, tetapi juga momentum penguatan karakter bangsa yang bersih dari narkotika,” pungkas IPTU Kadriawan, S.Pd., M.H.
Yulius Kapita
