JURNALPOLRI.COM | JAKARTA – Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengalami kenaikan signifikan pada pertengahan 2026. Berdasarkan hasil survei nasional, angka kepercayaan publik ke Polri tercatat 82,4 persen, naik dari 76,2 persen pada 2025.
Capaian ini diapresiasi Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama. Ia menilai kenaikan tersebut adalah bukti nyata reformasi yang dijalankan Polri mulai dirasakan masyarakat.
Menurut Sandri, pembenahan internal, peningkatan profesionalisme personel, hingga perbaikan kualitas pelayanan publik menjadi faktor utama perubahan itu.
“Mereka hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kerja nyata di lapangan itulah yang menjadi fondasi meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri,” ujar Sandri, Selasa, 30/06/2026.
DPR Minta Polri Jangan Berpuas Diri
Meski mengapresiasi, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengingatkan agar Polri tidak cepat berpuas diri. Ia merespons hasil Survei Litbang Kompas yang menyebut kenaikan kepercayaan publik.
Sahroni menilai capaian itu adalah bukti upaya Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, http://M.Si. telah menyentuh langsung masyarakat.
Namun, ia meminta institusi Bhayangkara tetap menjaga momentum. Polri diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari pemberantasan kejahatan jalanan, premanisme, peredaran narkoba, hingga kejahatan berbasis digital,” tegas Sahroni.
Tantangan ke Depan
Kenaikan kepercayaan publik ke level 82,4% menjadi modal besar Polri jelang HUT Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026. Namun, tantangan pemberantasan kejahatan konvensional dan digital tetap menjadi fokus utama. (wr warasi)
