POSO – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pamona Timur, tepatnya di Pegunungan Tinjoli, Dusun Yumbu, Desa Matialemba. Kejadian ini berlangsung pada Senin (28/9/2026), sekitar pukul 10.00 WITA. Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Pamona Timur IPTU Risman A.M., S.H., langsung memimpin delapan personel untuk bergerak cepat ke lokasi bersama tim gabungan dari Manggala Agni, PT SJA2, serta puluhan warga masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, api menghanguskan area hutan dan lahan perkebunan baru seluas kurang lebih 5 hektare. Titik koordinat kebakaran berada di Latitude -1.918064° dan Longitude 120.867300°. Dalam operasi pemadaman yang berlangsung hingga sore hari, petugas menghadapi tantangan berat berupa akses jalan yang sulit, keterbatasan sumber air, serta angin kencang yang memicu penyebaran api ke area kebun durian. Hingga pukul 16.00 WITA, api di area pinggiran jalan dan luar kebun berhasil dipadamkan, namun api di area dalam hutan masih dalam proses pengendalian dan pendinginan. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil signifikan selain kerusakan vegetasi. Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari aktivitas pembakaran lahan oleh warga setempat di tengah kondisi kemarau panjang yang sudah berlangsung tiga bulan tanpa hujan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman A.M., S.H., menegaskan bahwa meski upaya pemadaman terus dilakukan, faktor cuaca dan kelalaian manusia menjadi penyebab utama meluasnya api.
“Kami beserta Manggala Agni, tim dari PT SJA2, dan warga telah berjuang keras memadamkan api sejak pagi tadi. Namun, kondisi angin kencang dan material kayu serta rumput yang sangat kering akibat kemarau panjang membuat api menjalar dengan cepat, bahkan merembet ke kebun durian. Akses pegunungan yang sulit dan jarak sumber air yang jauh juga menjadi hambatan teknis bagi kami. Saat ini, fokus kami adalah melakukan pendinginan pada area yang sudah padam dan memantau titik-titik api di area dalam hutan agar tidak meluas lagi,” ujar IPTU Risman.
Lebih lanjut, Kapolsek Pamona Timur menyoroti pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap larangan membakar lahan sembarangan, terutama di musim kemarau.
“Berdasarkan identifikasi awal, dugaan penyebab kebakaran ini bermula dari aktivitas pembakaran lahan oleh pemilik lokasi. Kami sangat menyayangkan hal ini karena meskipun kami telah gencar melakukan sosialisasi dan pemasangan himbauan, masih ada warga yang nekat membakar lahan. Kondisi kemarau selama tiga bulan terakhir membuat segala sesuatu sangat mudah terbakar. Satu percikan api kecil bisa menjadi bencana besar seperti yang terjadi hari ini di Tinjoli,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, IPTU Risman mengimbau seluruh masyarakat Pamona Timur untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan praktik pembakaran lahan “Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau hutan under any circumstances. Buanglah puntung rokok pada tempatnya dan pastikan tidak ada sumber api yang tertinggal saat beraktivitas di kebun. Kami akan terus melakukan patroli dan koordinasi lintas sektor untuk memantau titik panas. Jika melihat asap atau api, segera laporkan ke Polsek atau Bhabinkamtibmas terdekat sebelum terlambat. Mari kita jaga Pamona Timur tetap hijau dan bebas dari bencana asap,” pungkas IPTU Risman A.M., S.H
Yulius Kapita
