
JURNAL POLRI.MY.ID.SEMARANG. – Bumi Bhayangkara kembali bergetar oleh langkah tegap dan teriakan semangat. Pada Jumat (10/7), Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang resmi melepas 282 calon perwira Polri dari Angkatan ke-58 yang menyandang nama indah: “Ksatriya Hawin Sarwahita”.
Di bawah langit Jawa Tengah, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., memimpin upacara penutupan pendidikan yang sarat makna. Ini bukan sekadar seremonial kelulusan, melainkan momen sakral di mana 249 taruna pria dan 33 taruni wanita bersumpah untuk mengabdikan jiwa dan raganya demi keamanan masyarakat, bangsa, dan negara.
Dari Taruna Menjadi Pemimpin
Dalam amanatnya, Wakapolri Dedi Prasetyo menyampaikan pesan mendalam dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Ia menekankan bahwa bintang di pundak mereka bukanlah hadiah, melainkan amanah berat yang didapat melalui keringat, air mata, dan disiplin baja selama bertahun-tahun.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada 282 Capaja (Calon Perwira Polri) yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan baik. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan dedikasi selama menempuh pendidikan di Bumi Bhayangkara,” ujar Dedi dengan nada bangga.
Para Juara: Wajah-Wajah Masa Depan Polri
Upacara semakin meriah dengan pengumuman para lulusan terbaik yang menjadi kebanggaan angkatan ini. Mereka yang berhasil menyabet predikat tertinggi antara lain:
- Adhi Makayasa: Lulusan terbaik keseluruhan.
- Ati Tanggap, Ati Tanggon, & Ati Trengginas: Simbol ketajaman intelektual, keteguhan moral, dan ketangkasan fisik.
- Srikandi Cendekia: Penghargaan khusus bagi taruni wanita terbaik yang membuktikan bahwa perempuan juga garda terdepan dalam perlindungan masyarakat.
Namun, Wakapolri juga memberikan pesan hangat bagi mereka yang belum meraih piala. “Jangan berkecil hati,” pesannya. “Perjalanan karier masih panjang. Kesempatan untuk berprestasi dan membuktikan diri terbuka luas di lapangan tugas nanti.”
Pesan Untuk “Ksatriya Hawin Sarwahita”
Nama “Ksatriya Hawin Sarwahita” mengandung filosofi mendalam: Ksatria yang memiliki hati nurani luhur dan selalu siap melindungi sesama.
Ke-282 perwira baru ini kini akan tersebar ke berbagai satuan di seluruh Indonesia. Mereka membawa harapan baru: polisi yang tidak hanya tegas menegakkan hukum, tetapi juga humanis, cerdas, dan dekat dengan rakyat.
Selamat bertugas, Ksatriya Hawin Sarwahita! Jadilah pelindung yang ditakuti penjahat, namun dicintai rakyat. Indonesia menunggu karya besarmu!
(Tim Redaksi media jurnal polri)
