CIREBON, 17 September 2026 – Di balik seragam dinas yang gagah dan senjata yang siap sedia, ada hati yang perlu senantiasa dijaga ketenangannya. Pagi itu, suasana berbeda terasa di Mushola Al Hidayah, Markas Polsek Arjawinangun, Polresta Cirebon. Bukan suara sirine atau teriakan komando yang terdengar, melainkan lantunan doa dan zikir yang khidmat.
Ratusan personel, mulai dari perwira, bintara, hingga anggota biasa, duduk bersimpuh bersama dipimpin langsung oleh Kapolsek Arjawinangun, Kompol Sumairi, S.H., M.Si. Kegiatan rutin setiap Kamis pagi ini bukan sekadar formalitas keagamaan, melainkan sebuah “benteng spiritual” untuk memastikan setiap langkah pengabdian kepada masyarakat dilandasi oleh niat yang suci dan hati yang bersih.
Lebih Dari Sekadar Ritual: Membangun Polisi Berakhlak Mulia
Kegiatan yang diisi dengan renungan rohani oleh Ustadz Muslimin, selaku Dai Kamtibmas Polsek Arjawinangun, ini menjadi momen refleksi diri bagi para anggota. Di tengah tekanan tugas lapangan yang tinggi, ruang hening di mushola menjadi tempat untuk “mengisi ulang” energi batin.
Kompol Sumairi, S.H., M.Si., menegaskan bahwa kekuatan fisik dan keahlian taktis saja tidak cukup. Seorang polisi membutuhkan pondasi iman yang kokoh agar tidak tergoda oleh penyalahgunaan wewenang.
“Doa bersama ini kami laksanakan secara rutin agar setiap anggota senantiasa melandasi pelaksanaan tugas dengan iman dan takwa,” ujar Kompol Sumairi dengan nada tegas namun teduh. “Dengan landasan tersebut, diharapkan personel dapat menjalankan tugas dengan jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Kita ingin masyarakat merasa aman bukan karena takut pada polisi, tapi karena percaya pada integritas polisi.”
Sinergi Spiritual dan Profesionalisme
Langkah proaktif Kapolsek Arjawinangun ini sejalan dengan arahan Kapolda Jawa Barat dan Kapolres Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., yang selalu menekankan pentingnya pembinaan mental spiritual (mental spiritual building) sebagai bagian integral dari reformasi birokrasi kepolisian.
Melalui pendekatan ini, Polsek Arjawinangun berhasil menciptakan ekosistem kerja yang positif. Rasa kebersamaan (brotherhood) antarpersonel semakin terjalin erat. Mereka tidak lagi hanya melihat rekan kerja sebagai sesama pegawai, tetapi sebagai saudara seiman yang saling mendoakan keselamatan satu sama lain saat bertugas di lapangan.
Doa-doa yang dipanjatkan khusus memohon perlindungan Allah SWT, kesehatan jasmani dan rohani, serta kelancaran dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada warga Arjawinangun.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Pembinaan karakter melalui pendekatan religius ini terbukti berdampak positif terhadap kualitas pelayanan publik. Personel yang memiliki keseimbangan spiritual cenderung lebih sabar, empatik, dan solutif dalam menangani keluhan masyarakat. Situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Arjawinangun pun terjaga dengan baik, berkat sinergi antara penegakan hukum yang tegas dan pendekatan manusia yang hangat.
“Ketika hati kita tenang dan niat kita lurus, tugas seberat apapun akan terasa ringan. Ini adalah kunci kebahagiaan kami dalam melayani,” tambah salah satu anggota Bintara yang mengikuti kegiatan dengan khusyuk.
Komitmen Berkelanjutan
Polsek Arjawinangun berkomitmen untuk terus melanjutkan program pembinaan mental spiritual ini secara berkelanjutan. Bagi Kompol Sumairi dan jajarannya, polisi yang hebat adalah polisi yang taat beribadah, karena dari situlah lahir kejujuran dan keberanian untuk membela kebenaran.
Dengan semangat “Iman Mengawal Tugas”, Polsek Arjawinangun, Polresta Cirebon, terus membuktikan diri sebagai garda terdepan keamanan yang tidak hanya ditakuti oleh kriminal, tetapi juga dicintai oleh masyarakat karena akhlak dan pelayanannya yang tulus.
Sugi MJP
