
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Suasana haru dan semangat nasionalisme terasa kental di depan gerbang SMKN 2 Kuningan pada Jumat (7/8/2026). Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, puluhan siswa dan guru turun langsung ke jalan, membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat dan pengendara yang melintas.
Sebanyak 65 bendera dibagikan secara gratis sebagai simbol ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk turut memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di rumah, toko, maupun kendaraan mereka. Aksi spontan ini berhasil menyita perhatian warga, yang antusias menerima bendera sambil mengucapkan terima kasih dan salam kemerdekaan.
Menjawab Panggilan Gubernur Jabar
Staf Kesiswaan SMKN 2 Kuningan, Teti Liningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari instruksi Gubernur Jawa Barat terkait program pembagian bendera Merah Putih. Namun, bagi SMKN 2 Kuningan, ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan momen pendidikan karakter bagi para siswa.
“Ini merupakan program Pembagian Bendera Merah Putih sesuai instruksi Gubernur. Namun, kami ingin melangkah lebih jauh dengan menjadikan ini sebagai media pembelajaran langsung bagi siswa tentang arti pentingnya simbol negara,” ujar Teti.
Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan ini akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk akuntabilitas dan partisipasi aktif sekolah dalam mensukseskan agenda daerah.
Generasi Muda yang Menghayati Perjuangan
Lebih dari sekadar membagikan kain merah dan putih, kegiatan ini bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air (nasionalisme) dan kepedulian sosial sejak dini. Para siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, melatih komunikasi, dan empati.
“Siswa diharapkan dapat tumbuh rasa nasionalismenya, cinta tanah air, kepedulian sosial, serta berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan. Sebagai generasi muda, mereka harus mampu menghayati perjuangan kemerdekaan secara nyata melalui partisipasi aktif bersama masyarakat,” tutup Teti dengan penuh harap.
Aksi sederhana namun bermakna ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya hidup dalam pidato atau upacara formal, tetapi juga dalam tindakan kecil yang dilakukan oleh generasi muda untuk menyatukan hati rakyat Indonesia. Selamat Hari Kemerdekaan!
(Sugi MJP)
