LABUHANBATU, 5 Agustus 2026 –MJP- Suasana awal malam yang sejuk di kawasan Negeri Lama Seberang menjadi saksi bisu lahirnya strategi penting bagi masa depan Perhutanan Sosial (PSKL) di Panai Tengah. Pada hari ini, Selasa (5/8), seluruh jajaran Pengurus dan Pengawas Koperasi Produsen Pangan Hulu Hilir Bersatu menggelar pertemuan informal alias “Ngopi Bareng” untuk membahas persiapan krusial menghadapi Verifikasi Teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Di tengah aroma kopi dan suasana yang cair, Ketua Koperasi, Ilyas Simatupang, memimpin diskusi mendalam mengenai dua isu utama: kesiapan dokumen verifikasi teknis dan strategi akhir merangkul warga yang belum terlibat dalam Dialog Humanis sebelumnya.
Penunjukan Nurdin Rambe sebagai Ujung Tombak
Poin paling strategis dari pertemuan “ngopi” tersebut adalah penunjukan resmi Saudara Nurdin Rambe sebagai koordinator tim lapangan untuk merangkul masyarakat. Ilyas Simatupang menilai pendekatan personal sangat dibutuhkan untuk menjangkau warga yang absen dalam undangan resmi.
“Dalam obrolan santai ini, kami sepakat bahwa kita harus mengubah cara. Kita tidak bisa hanya menunggu. Maka, saya menugaskan Saudara Nurdin Rambe untuk memimpin tim ‘jemput bola’. Ia akan turun langsung ke dusun-dusun, menyapa warga yang belum hadir, dan mengajak mereka duduk bersama untuk menyelesaikan administrasi,” ungkap Ilyas.
Misi Nurdin Rambe: Inklusivitas Tanpa Paksaan
Tugas yang diemban Nurdin Rambe bukan sekadar mengumpulkan tanda tangan, melainkan membangun kepercayaan. Fokus utamanya meliputi:
- Sosialisasi Door-to-Door: Menjelaskan manfaat legalitas PSKL dan nilai ekonomi karbon (NEK) langsung di rumah warga.
- Validasi Lahan: Memastikan batas lahan yang dikelola warga sesuai dengan peta yang diajukan ke KLHK.
- Komitmen Moratorium: Mengedukasi warga bahwa bergabung dengan koperasi berarti setuju untuk berhenti membuka lahan baru demi menjaga status hukum kawasan.
“Nurdin memiliki kedekatan emosional dengan warga di lokasi. Kami yakin pendekatannya yang halus namun tegas akan mampu meyakinkan mereka yang masih ragu-ragu,” tambah Ilyas.
Kesiapan Menghadapi Tim Verifikator
Selain aspek sosial, rapat ngopi ini juga membedah kesiapan fisik lahan seluas 2.460 hektare. Para Pengawas Koperasi menekankan pentingnya transparansi data dan bukti nyata rehabilitasi lahan pasca-kebakaran.
“Tim verifikator KLHK akan melihat fakta di lapangan. Apakah benar-benar ada perubahan perilaku? Apakah tanaman paludikultur sudah mulai tumbuh? Diskusi hari ini memastikan kita semua, dari pengurus hingga tim lapangan yang dipimpin Nurdin, satu suara dan satu gerak,” jelas salah satu anggota Pengawas.
Dari Secangkir Kopi Menuju Legalitas Nasional
Langkah unik Koperasi Produsen Pangan Hulu Hilir Bersatu ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak selalu harus di ruang rapat tertutup. Dengan “Ngopi Bareng” di Negeri Lama Seberang, para pemimpin koperasi justru menemukan solusi yang lebih membumi dan aplikatif.
Dengan ditunjuknya Nurdin Rambe sebagai pimpinan tim perangkulan, Koperasi optimis dapat menyelesaikan target inklusivitas 100% sebelum tim verifikasi KLHK tiba. Sebuah langkah kecil dari secangkir kopi yang berpotensi membawa dampak besar bagi kelestarian gambut dan kesejahteraan warga Panai Tengah.
Sumber: humas koperasi
tim MJP
