CIREBON – Nuansa magis dan kemeriahan tradisi menyelimuti kawasan Ciledug, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (1/11/2026). Ribuan mata tertuju pada prosesi akbar Festival Budaya Helaran Cai Diraga dengan tema “Jati Purwa”, sebuah perwujudan rasa syukur dan upaya merawat identitas leluhur yang dihelat di area parkir Jempol Waterboom, Desa Ciledug Kulon.
Kegiatan yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini tidak hanya menjadi tontonan budaya, namun juga ajang silaturahmi agung yang dihadiri unsur pemerintah, TNI, tokoh adat, para Kuwu, serta sekitar 1.500 masyarakat dan undangan.
Polri Hadir Kawal Tradisi
Di tengah hiruk-pikuk persiapan dan kemeriahan pertunjukan tari serta pitpitan budaya, kehadiran Polri terasa begitu dekat dengan masyarakat. Polsek Pabuaran Polresta Cirebon turun langsung ke lapangan, bukan hanya sebagai penjaga (ketertiban), melainkan sebagai pendukung penuh pelestarian adat.
Kapolsek Pabuaran, IPTU Kelani, S.H., yang hadir mewakili Kapolresta Cirebon, memastikan setiap jengkal rute kirab aman. Mulai dari area awal pemberangkatan hingga prosesi puncak larung (penyerahan sesaji) di Kali Cisanggarung, kawasan Jembatan Bantarsari, Desa Ciledug Lor.
“Kegiatan Helaran Cai Diraga bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah ruang bagi masyarakat untuk merawat identitas, memperkuat kebersamaan, dan mengenalkan nilai adat pada generasi penerus,” ujar IPTU Kelani di sela pengamanan.
Dukungan Penuh untuk Wisata Budaya
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pabuaran memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival ini. Menurutnya, status Helaran Cai Diraga sebagai bagian dari KEN 2026 adalah peluang emas untuk memperkenalkan wajah Kabupaten Cirebon yang kaya akan tradisi kepada dunia luar.
“Polri berkomitmen mendukung kegiatan positif masyarakat. Kami ingin memastikan pelestarian budaya ini berjalan lancar, sehingga pesan kearifan lokal dapat tersampaikan dengan baik tanpa kendala keamanan,” tambahnya.
Kirab Menuju Cisanggarung
Puncak acara berlangsung khidmat ketika barisan kirab budaya mulai bergerak. Arak-arakan pembawa hasil bumi dan uba ramphe bergerak perlahan menuju tepian Kali Cisanggarung. Di sinilah prosesi larung Cai Diraga dilaksanakan, menyimbolkan harmoni antara manusia dan alam.
Tim pengamanan Polsek Pabuaran telah menyiagakan personel di titik-titik vital, termasuk jalur persimpangan dan area sungai yang padat pengunjung. Strategi pengaturan lalu lintas dan pengawalan ketat dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan, sekaligus memastikan aktivitas warga sekitar tidak terganggu.
Melalui sinergitas antara kepolisian, pemerintah, dan tokoh adat, Helaran Cai Diraga 2026 berhasil mencatatkan sejarah baru: bahwa tradisi yang luhur dapat berjalan beriringan dengan keamanan yang kondusif, menjadikan Cirebon semakin bersinar sebagai destinasi wisata budaya unggulan.
(Sugi MJP)
