
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Dalam kunjungan kerjanya di Markas Komando (Mako) Polres Kuningan, Selasa (11/8/2026), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., memberikan arahan strategis yang menjadi tonggak baru dalam penanganan kejahatan jalanan, khususnya begal. Kapolda menegaskan bahwa kemenangan melawan kriminalitas tidak bisa dicapai oleh polisi semata, melainkan memerlukan sinergi total antara kepolisian, keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Di hadapan Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., beserta seluruh jajaran pejabat utama dan personel, Kapolda memuji kesiapsiagaan Polres Kuningan dalam mengawal keamanan wilayah. Namun, ia juga menekankan bahwa pendekatan penegakan hukum harus dibarengi dengan pencegahan sosial yang kuat.
Strategi Berbasis Data: Dari Riset 10.000 Responden ke Aksi Nyata
Kapolda mengungkapkan bahwa kebijakan penanganan kejahatan di Jawa Barat didasarkan pada data empiris yang kuat. Sebelum menjabat, timnya telah melakukan riset komprehensif terhadap 10.000 responden di berbagai kabupaten, termasuk Kuningan. Hasilnya menunjukkan bahwa kejahatan begal merupakan keresahan utama masyarakat, dengan pelaku yang didominasi oleh remaja dan anak sekolah.
“Setiap kejadian kejahatan tidak berdiri sendiri. Ada faktor pemicu sosial di baliknya. Karena pelakunya banyak yang masih remaja, maka kunci utamanya ada di tangan orang tua dan lingkungan. Polisi menangkap pelaku, tapi mencegah terjadinya pelaku adalah tugas kita bersama,” tegas Kapolda Pipit Rismanto.
Semangat JAWARA: Jawa Barat Harus Dirawat Bersama
Dalam arahannya, Kapolda memperkenalkan kembali esensi dari tagline JAWARA (Jaga dan Rawat Jawa Barat). Ini bukan sekadar slogan, melainkan filosofi kerja kolektif. Kapolda mengimbau masyarakat untuk tidak bersikap pasif. Jika melihat potensi gangguan atau aktivitas mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melapor atau mengambil tindakan preventif melalui koordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat yang berada di bawah naungan Polres Kuningan.
“Kita akan lawan begal bersama-sama. Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Polri siap mengawal, tetapi ekosistem keamanan harus dibangun dari rumah tangga hingga lingkungan terkecil,” tambah Kapolda.
Pendekatan Holistik: Dari Lapangan Kerja hingga Pencegahan Karhutla
Tidak hanya fokus pada kriminalitas, Kapolda juga menyoroti akar masalah ekonomi sebagai pemicu kejahatan. Ia mengapresiasi langkah Polres Kuningan yang aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembukaan lapangan kerja dan pemberdayaan kelompok tani. Dengan mengurangi pengangguran, potensi konflik sosial dan tindak kriminal dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, mengingat karakteristik geografis Kabupaten Kuningan yang memiliki kawasan hutan dan pegunungan, Kapolda memberikan atensi khusus terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di musim kemarau ini. Ia memerintahkan jajaran Polres Kuningan untuk meningkatkan patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla, menunjukkan kepedulian Polri terhadap aspek keselamatan lingkungan dan ekonomi masyarakat petani.
Dorongan Moral bagi Personel Polres Kuningan
Kunjungan kerja ini berlangsung dengan suasana yang semangat dan kondusif. Arahan Kapolda menjadi suntikan motivasi bagi seluruh personel Polres Kuningan untuk terus berinovasi dalam pelayanan dan perlindungan masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pimpinan daerah dan sinergi yang kuat dengan tokoh masyarakat, Polres Kuningan optimis dapat mewujudkan Kabupaten Kuningan sebagai wilayah yang aman, nyaman, dan bebas dari kejahatan jalanan.
Langkah strategis ini membuktikan bahwa Polres Kuningan tidak hanya reaktif dalam menangani kasus, tetapi juga proaktif dalam membangun sistem pencegahan kejahatan yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
(Sugi MJP)
